Makalah Mikrobiologi
Sterilisasi
Disusun Oleh :
Aura Siti Rahmawati
Pembimbing :
Hj. Ani Syafaatin
Laboratorium Mikrobiologi
SMK NEGERI 7 BANDUNG
2015-2016
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kepada Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penyusun
untuk dapat menyelesaikan makalah Mikrobiologi. Tujuan penyusunan makalah ini
ialah untuk melengkapi tugas mata pelajaran Mikrobiologi.
Dalam
menyelesaikan makalah ini, penyusun telah mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Oleh sebab itu sudah selayaknyalah penyusun mengucapkan terima kasih kepada ibu
Ani Syafaatin yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan
perhatian. Juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan bantuan dan tidak sempat penyusun sebutkan satu per satu.
Penyusun berharap semoga dengan disusun nya makalah ini dapat memberikan
pengetahuan bagi para pembaca, aamiin. Penyusun menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak
yang bersifat membangun selalu penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Bandung, 1 November 2015
Aura Siti Rahmawati
DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................................................................i
Daftar
Isi................................................................................................................................................ii
Pengertian
Sterilisasi.............................................................................................................................1
Tujuan Sterilisasi...................................................................................................................................1
Macam-Macam
Sterilisasi.....................................................................................................................1
Metode
Sterilisasi...................................................................................................................................1
Teknik
Sterilisasi...................................................................................................................................2
Alat
Sterilisasi........................................................................................................................................5
Contoh Prosedur.....................................................................................................................................7
Uji
Sterilitas...........................................................................................................................................7
Daftar
Pustaka........................................................................................................................................8
Sterilisasi
1.
Pengertian
Sterilisasi
Sterilisasi yaitu proses membunuh
semua mikroorganisme termasuk spora bakteri pada benda yang telah
didekontaminasi dengan tepat.
2.
Tujuan
Sterilisasi
Tujuan
sterilisasi yaitu untuk memusnahkan semua bentuk kehidupan mikroorganisme
patogen termasuk spora, yang mungkin telah ada pada peralatan yang dipakai.
3.
Macam-macam
Sterilisasi
Pada
prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik,
fisik dan kimiawi.
- Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
- Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
- Pemanasan
- Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung.contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
- Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca. misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
- Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
- Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf
- Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra
Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh
mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari
lampu UV
3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan
senyawa desinfektan antara lain alkohol.
4. Metode sterilisasi
a. Sterilisasi Panas/thermal
Sterilisasi
panas merupakan sterilisasi yang dianggap paling efektif, tetapi kelemahannya
tidak bisa diaplikasikan pada zat aktif yang tidak tahan panas/rusak karna
panas, sterilisasi panas dibagi menjadi dua :
-Sterilisasi
Panas Lembab :
Sterilisasi panas lembab adalah
sterilisasi dengan menggunakan uap panas dibawah tekanan berlangsung di dalam
autoklaf, umumnya dilakukan dalam uap jenuh dalam waktu 30 menit dengan suhu
115 C - 116 C, lama dan suhu tergantung bahan yang di sterilisasi, untuk
mengetahui nya lihat farmakope indonesia
-Sterilisasi Panas Kering :
Metode
sterilisasi dengan menggunakan oven pada suhu 160-170 C selama 1-2 jam. umumnya
sterilisasi panas dilakukan pada jenis minyak, serbuk yang tidak stabil
terhadap uap air, dan alat-alat gelas ukur yang tidak digunakan untuk
pengukuran (Bukan alat ukur)
b. Sterilisasi Radiasi
Sterilisasi radiasi dibagi menjadi
dua :
1.Radiasi elektromagnetik (EM)
adalah sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV). sinar UV ini memotong
DNA mikroorganisme sehingga ekspresi DNA tidak terjadi. keterbatasannya
sterilisasi cara ini hanya bisa bekerja pada permukaan, tidak bisa menembus
bahan padat.
2.Radiasi pengion adalah metode
sterilisasi yang menggunakan sinar gamma untuk merusak DNA mikroorganisme,
kelebihannya bisa menembus zat padat
c. Sterilisasi Gas
Sterilisasi menggunakan gas etilen
oksida, kelemahannya zat ini mudah terbakar, bersifat mutagenik dan toksik,
sehingga dikhawatirkan terdapat residu setelah sterilisasi. Pilihan sterilisasi
cara gas biasanya pilihan akhir bila zat tidak tahan panas ataupun uap air.
d. Sterilisasi Filtrasi
Sterilisasi yang menggunakan alat
khusus yang menggunakan penyaring/filter matriks pori pori tertentu.
menggunakan pori pori 10 nm untuk virus dan 0,22 nm untuk bakteri.
5.
Teknik Sterilisasi
1. Sterilisasi
cairan
Cairan yang
disterilisasi umumnya adalah media fermentasi yang mengandung gula, garam
fosfat, ammonium, trace metals, vitamin, dan lain-lain. Secara
umum ada dua cara sterilisasi cairan yaitu dengan panas dan disaring (filtrasi)
:
a.
Sterilisasi
cairan dengan panas.
Sterilasi dengan panas dilakukan di dalam autoclave, di mana steam
tekanan tinggi diinjeksikan ke dalam chamber untuk mencapai temperatur
1210C dan tekanan tinggi (sekitar 15 psig). Durasinya bervariasi,
namun umumnya diinginkan cairan dipertahankan pada 1210C selama
minimal 15 menit. Jika termasuk waktu untuk heating dan cooling steps,
total waktu berkisar 1-2 jam tergantung volume cairan yang disterilisasi.
Terkadang temperatur bisa diset pada 1340C (untuk medis).
b.
Sterilisasi
cairan dengan disaring.
Cairan dapat
disterilisasi juga dengan disaring menggunakan membrane filter berpori
0.22 atau 0.45 micro meter. Metode ini cocok untuk volume cairan yang kecil
(1-2 liter) dan bahan kimia yang bisa rusak karena panas misalnya gula dan
protein.
2. Sterilisasi
padatan
Padatan yang umum disterilkan adalah glassware, biosafety cabinet,
dan beberapa jenis tabung dan kontainer. Pada glassware dan
plastik tahan panas umumnya dilakukan dengan autoclave mirip seperti
sterilisasi cairan namun ditambah proses pengeringan. Biosafety cabinet
disterilkan dengan bantuan radiasi UV dan disemprot ethanol 70 %. Udara dalam
cabinet disaring dengan filter.
3. Sterilisasi dengan cara fisik
a) Pemanasan
Air dan uap adalah media panas yang baik. Dalam waktu relatif singkat, alat
yang akan disterilkan akan mencapai suhu yang diinginkan. Udara adalah penyalur
panas yang kurang baik. Oleh karena itu, untuk mecapai suhu yang diinginkan
akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
b) Panas kering
Cara ini untuk membunuh mikroba hanya memakai udara panas kering yang
tinggi. Sterilisasi panas kering dibedakan atas :
Ä Panas
membara.
Dengan jalan menaruh benda yang akan di sterilkan dalam nyala api bunsen
sampai merah membara. Alat yang disterilkan yaitu sengkelit, jarum, ujung
pinset dan ujung gunting.
Ä Melidah –
apikan
Dengan melewatkan benda dalam api bunsen, namun tidak sampai menyala
terbakar. Alat yang disterilkan yaitu scalpel, kaca benda, mulut tabung dan
mulut botol.
Ä Udara kering
Cara ini menggunakan Oven. udara yang terdapat di dalamnya mendapat udara
panas melalui panas dari nyala listrik. Alat yang disterilkan yaitu tabung
reaksi, cawan petri, pipet, scalpel dari logam, gunting dan botol. Pemanasan
satu jam dengann temperatur 160 oC dianggap cukup.
c) Panas Basah
Yang dimaksud panas basah adalah pemanasan menggunakan air atau uap air.
Uap air adalah media penyalur panas yang terbaik dan terkuat daya penetrasinya.
Panas basah mematikan mikroba. Oleh karena koagulasi dan denaturasi enzim dan
protein protoplasma mikroba. Untuk mematikan spora diperlukan panas basah
selama 15 menit pada suhu 121 oC. Sterilisasi panas basah dapat
dibedakan atas tiga golongan yaitu:
Ü Panas basah
<100 oC (Pasteurisasi)
Pasteurisasi yaitu pemanasan pada suhu 60 oC selama 30 menit.
Pasteurisasi tidak dapat membunuh spora atau dipanaskan pada suhu 71,6 – 80 oC
selama 15 – 30 detik kemudian cepat – cepat didinginkan.
Ü Panas basah
pada suhu 100 0C.
Di sini menggunakan air mendidih (suhu 100 oC) selama 10 menit.
Untuk mematikan bentuk spora dilakukan pemanasan 3 hari berturut – turut selama
15 – 45 menit sehingga spora yang tidak mati pada pemanasan pertama akan
berubah menjadi bentuk vegetatif pada hari kedua seteleh inkubasi pada shu 37 oC
begitu pula spora yang tidak mati pada hari kedua, akan berubah menjadi bentuk
vegetatif pada hari ketiga.
Ü Panas basah
>100 oC
Sterilisasi dengan cara ini hasilnya mutlak steril, sehingga biasa
dipergunakan di rumah sakit dan laboratorium besar. Cara ini menggunakan tangki
yang diisi dengan uap air yang disebut autoclave. Alat yang disterilkan adalah
alat dari kaca, kain kasa, media pembenihan, cairan injeksi, dan bahan makanan.
d) Filtrasi / Penyaringan
Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan larutan melalui suatu alat
penyaringan yang memiliki pori – pori cukup kecil. Untuk menahan mikroorganisme
dengan ukuran tertentu. Saringan yang umum digunakan tidak dapat menyaring
virus. Penyaringan dilakukan dengan untuk mensterilkan cairan yang tidak tahan
terhadap pemanasan dengan suhu tinggi seperti : serum, larutan yang mengandung
enzim, toksin kuman, ekstrak sel,
antibiotik dan asam amino.
e) Radiasi / Penyinaran
Mikroorganisme dapat dibunuh dengan penyinaran yang memakai sinar
ultraviolet yang panjang gelombangnya antara 220 – 290 nm. Radiasi paling
efektif adalah 253,7 nm. Sinar matahari langsung mengandung sinar ultraviolet
290 nm, sehingga sinar matahari adalah sinar yang bersifat bakterida yang baik.
4. Sterilisasi Dengan Cara Kimia
Zat kimia yang dapat digunakan untuk sterilisasi dapat berwujud :
a)
Gas : Ozon,
formaldehyde, ethylene oxide gas
b)
Larutan :
deterjen, yodium, alcohol, peroksida fenol, formalin, AgNO3 dan merkuroklorid
Sterilisasi dengan cara kimia antara lain dengan disenfektan. Daya kerja
antimikroba disenfektan ditentukan oleh konsentrasi, waktu dan suhu. Beberapa
contoh desinfektan yang digunakan antara lain Desinfektan lingkungan misalnya :
1.
Untuk
permukaan meja : lisol 5%, formalin 4% dan alcohol.
2.
Untuk di
udara : natrium hipoklorit 1%, lisol 5% atau senyawa fenol lain
3.
Desinfektan
kulit atau luka : dicuci dengan air sabun, providon yodium dan etil alkohol
70%.
6.
Alat yang
digunakan untuk Sterilisasi
Alat-alat sterilisasi meliputi Autoclaf,
Oven, Ozonsterilizer, dan Lampu Spritus.
a.
Oven
Oven merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan
udara panas kering, dimana oven berfungsi mensterilisasi alat-alat gelas yang
tidak bersekala. Perinsip dari oven ini sendiri adalah menghancurkan lisis
mikroba menggunakan udara panas kering.
b.
Ozonsterilizer
Ozonsterilizer berfungsi
mensterilisasikan alat-alat yang tidak bersekala. Ozonsterilizer terdiri atas
dua bagian, yakni bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas ozonsterilizer
mempunyai prinsip kerja membunuh mikroba menggunakan ozon (O3), dimana ozon
dapat merusak mekanisme dari mikroba sehingga sel protein pada mikroba
mengalami oksidasi yang mengakibatkan perubahan fungsi dan kematian pada
mikroba, dan ozon (O3) itu sendiri bersifat racun. Bagian bawah dari
ozonsterilizer (elektra) berfungsi mensterilisasikan medium menggunakan sinar
lampu dengan panas tinggi, dimana cara kerjanya hampir sama dengan oven.
c.
Autoclave
Autoclave
adalah alat yang digunakan untuk mensterilkan peralatan dan perlengkapan dengan
menundukkan material untuk uap tekanan tinggi jenuh pada 121 ° C selama sekitar
15-20 menit, tergantung pada ukuran beban dan isi. Alat ini diciptakan oleh
Charles Chamberland di 1879, meskipun prekursor yang dikenal sebagai digester
uap diciptakan oleh Denis Papin pada tahun 1679. Nama ini berasal dari bahasa
Yunani auto-, pada akhirnya berarti diri, dan Latin yang berarti Clavis
kunci-perangkat self-locking.
Autoclav berfungsi mensterilisasikan
alat-alat bersekala menggunakan uap air panas. Dimana uap air panas akan
merusak protein mikroba hingga mengalami koogulasi, pada saat itu protein akan
mengendap (denaturasi) dan menyebabkan kematian pada mikroba. Saat penggunaan
autoclav penutupan harus benar-benar rapat agar uap air yang bertekanan tinggi
masuk kedalam atau beruduksi ke alat.
d.
Lampu Spirtus
Lampu spritus merupakan alat yang digunakan
untuk pemijaran serta untuk mensterilisasikan mikroba. Lampu spritus juga
mempunyai fungsi lain, yakni mengamankan praktikan pada saat melakukan
penanaman medium.
7.
Contoh
Prosedur Sterilitas
Sterilisasi dengan pemanasan
8.
Uji Sterilitas
Uji sterilitas sterilitas
dilakukan untuk mengetahui apakah bahan atau sediaan yang harus steril sudah
memenuhi syarat atau tidak. Uji sterilitas dilakukan secara mikrobiologi dengan
menggunakan medium pertumbuhan tertentu. Media untuk pengujian pengujian diperlukan
dalam dalam uji ini. Hal yang harus diperhatikan :
a.Cara Membuka Wadah
b. Pemilihan
Spesimen Uji dan Masa Inkubasi
Daftar Pustaka
52F%25252Fkikiobethebest.wordpress.com%25252F2011%25252F06%25252F06%25252F117%25252F&source=iu&pf=m&fir=A9iXXb7vHQY2bM%253A%252CIMQOkfZaG2jCZM%252C_&usg=__evqhuw1svDIQ7EfwCsd_vy-dEac%3D&ved=0CCcQyjdqFQoTCPe4-bDw7sgCFaeQpgod0jwCiw&ei=4tY1Vve_EaehmgXS-YjYCA#tbm=isch&q=b.%09Ozonsterilizer+
http://keperawatanprofesionalislami.blogspot.co.id/2013/03/makalah-mikrobiologi-sterilisasi.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar