Selasa, 21 Januari 2020

Laporan Instrumen Elektroplating


LAPORAN
ANALISIS INSTRUMEN
PROSES ELEKTROPLATING
Nama: Aura Siti Rahmawati
Kelas: XI Analis 6
Kelompok: 15




Laboratorium Instrumen
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017

1.      Tanggal Praktikum   : 17 February 2017
2.      Judul Praktikum       : Proses Elektroplating
3.      Tujuan Praktikum     : Siswa dapat melaksanakan proses elektroplating
4.      Teori Dasar                :
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Pada proses ini, logam yang akan disepuh dijadikan katoda dan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektroda ini dicelupkan dalam larutan elektrolit garam dari logam penyepuh. Pada proses penyepuhan, di katoda akan terjadi pengendapan logam penyepuh dan anodanya akan larut terus menerus.
Jenis larutan elektrolit yang dipakai dalam elektroplating ialah elektrolit asam, netral dan basa. Dinamakan larutan elektrolit sebab dapat menghantarkan arus listrik.
5.      Alat dan Bahan       :
a.       Alat:
-gelas piala
- Pemanas
- Pipet tetes
- Corong
- Gelas ukur
- Timbangan
- Statif
-Amplas
- Kabel
- Thermometer
-Penjepit
- Sumber arus
- Elektroda
b. Bahan:
-lempeng logam
-asam sulfat
-NaOH
-natrium karbonat
-tembaga(ii)sulfat




6.      Prosedur dan Pengamatan:
No
Prosedur
Data Pengamatan
A
Tahap Pengerjaan Awal


Pembersihan Secara Mekanik

1
Amplas permukaan benda kerja, hingga halus dan hilang karat yang menempel padabenda kerja.









Paku: silver, padatan
2
Celupkan benda kerja ke dalam air











Pembersihan Lemak dan Minyak

1
Pembuatan larutan pencuci lemak dan minyak
Campurkan 3,21 gram NaOH dan 6,25 gram Na2 CO 3 kemudian larutkan dan tambahkan air hingga volumenya 250 ml







NaOH: putih, padatan
Natrium carbonat: putih, padatan
2
Cara menghilangkan lemak dan minyak :
Celupkan benda kerja yang telah diamplas dalam larutan pencuci lemak dan minyak yang telah dipanaskan pada suhu 70˚C selama 15 menit












Lar. Pencuci lemak: bening, larutan



Setelah dimasukkan ada gelembung-gelembung

Pembersihan Karat

1
Pembuatan larutan penghilang karat
Campurkan 10 ml H2 SO 4 pekat dan larutkan dalam 40 ml aquades











Asam sulfat: putih gading, larutan
Aquades: larutan
2
Penghilangan karat
Celupkan benda kerja dalam larutan pencuci karat selama 15 menit pada suhu 40˚C – 60˚C










Setelah dicelupkan keluar busa putih lama lama warnanya jadi hitam

Pembilasan dan Penimbangan

1
Setelah dicuci dengan pencuci alkali dan pencuci karat, bilas dalam aquades sehingga lempeng bersih dari karat maupun lemak dan minyak













Warnanya hitam
2
Selanjutnya keringkan lalu timbang berat awalnya









 g=2,4177 gram
B
Tahap Pelapisan


Pembuatan Larutan Elektrolit

1
Campurkan 20 ml larutan CuSO 4 2M dan tambahkan larutan H 2 SO 4 10% hingga pH larutan terukur 1








CuSO4=biru,larutan
H2SO4=bening, larutan

Proses Elektroplating

1
Hubungkan anoda dengan kutub positif pada sumber arus, dan katoda pada kutub negative.










Katoda: Fe(paku),warna pudar
Anoda: Cu, warna emas
2
Anoda yang digunakan adalah logam tembaga dam katodanya adalah lempeng besi (benda kerja)











3
Celupkan anoda dan katoda pada larutan elektrolit dan alirkan arus 1 Ampere selama 10 menit










4
Putuskan arus dan angkat logam kerja, keringkan kemudian timbang.










g=2,4509 gram

7.      Persamaan reaksi dan Perhitungan:
W=E  i  t
            F
    =31,75 x 1 x 600
               96500
    =0,1974 g

Selisih=2,4509-2,4177
          =0,0332 g


8.      Pembahasan:
Sifat besi adalah mudah mengalami korosi ketika kontak dengan udara. Oleh karena itu perlu adanya pelapisan dengan logam lain agar besi tidak mudah mengalami korosi. Sifat besi yang pada dasarnya rentan terhadap korosi maka sebelum dilakukan electroplating perlu adanya pembersihan permukaan lempeng tersebut.
Pada tahap pengerjaan awal dilakukan proses pembersihan lempeng besi. Proses pembersihan lempeng besi dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembersihan secara mekanik, pembersihan lemak dan minyak, serta pembersihan karat. Proses pembersihan karat dilakukan dengan menggunakan amplas, yang mana pada tahap ini pengamplasan bertujuan untuk menghilangkan sebagian karat dan juga memperhalus permukaan lempeng. Penghalusan lempeng bertujuan agar hasil pelapisan bias rata dan juga halus sehingga bias tampak lebih indah. Penghilangan karat pada tahap ini hanya sebagian saja yang bias dihilangkan. Oleh karena itu pada tahap selanjutnya akan dibersihkan lagi.
Penghilangan lemak dan minyak dilakukan dengan mencelupkan lempeng yang telah halus kedalam larutan alkali.yang terdiri dari campuran NaOH dan Na 2 CO 3 . NaOH pada tahap ini berfungsi untuk menyabunkan lemak dan minyak yang menempel pada lempeng besi. Ketika lipid telah tersabunkan maka secara otomatis akan terlepas dari lempeng dan terlarut dalam larutan pencuci. Pada proses ini terlihat adanya lapisan-lapisan tipis lemak dan minyak yang terapung di permukaan larutan. Lemak dan minyak ini dihilangkan dengan tujuan agar tidak mengurangi daya hantar listrik dan juga permukaan kontak antara logam dasar dengan logam pelapis.
Larutan pencuci yang digunakan untuk menghilangkan karat yaitu terdiri dari 10% H2 SO 4 . Asam sulfat merupakan asam yang sangat kuat sehingga mampu memutuskan ikatan antara logam dan oksidanya. Pada tahap ini peristiwa yang bisa diamati adalah terjadinya gelembung-gelembung dalam larutan dan juga larutan menajdi warna keruh akibat karat besi yang terlepas dari lempeng besi. Penghilangan karat ini bertujuan agar lapisan yang terbentuk relative lebih kuat dan tidak mudah mengelupas.
Pada tahap pelapisan, lempeng besi yang ditempatkan pada posisi katoda dan tembaga pada posisi anoda menyebabkan terbentuknya lapisan pada bagian katoda (bahan kerja). Pada praktikum ini kita menggunakan larutan elektrolit asam yang terdiri dari CuSO 4 dan H2 SO 4 . pH yang terukur pada larutan ini adalah 1.
Pada saat arus mengalir, maka akan terjadi reaksi kimia dalam system, yang mana ion postif dalam larutan akan bergerak mendekati kutub negative (katoda) dan ion negative akan bergerak mendekati kutub positif (anoda). Rekasi reduksi terjadi dikatoda dan reaksi oksidasi terjadi di anoda. Dalam hal ini, tembaga yang kita gunakan sebagai anoda akan mengalami oksidasi sehingga melepaskan elektronnya. Sementara lempeng besi akan mengalami reduksi sehingga akan menerima electron.
Hasil pelapisan yang kita lakukan memiliki permukaan yang halus dan tidak mudah terlepas. Warna yang tebentuk adalah warna tembaga karena pelapisnya yang kita gunakan adalah tembaga. Sementara itu, hasil yang kita peroleh sangat tergantung pada beberapa factor yaitu Arus yang mengalir, pH, dan konsentrasi larutan, serta logam dasar itu sendiri.

9.      Kesimpulan:
Elektroplating disebut juga penyepuhan, dimaksudkan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk memperbaiki penampilan. Pada proses ini, logam yang akan disepuh dijadikan katoda dan logam penyepuhnya sebagai anoda. Kedua elektroda ini dicelupkan dalam larutan elektrolit garam dari logam penyepuh. Pada proses penyepuhan, di katoda akan terjadi pengendapan logam penyepuh dan anodanya akan larut terus menerus.


10.  Daftar Pustaka:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar