DAFTAR ISI
Kata
Pengantar....................................................................................................i
Daftar
Isi........................................................................................................ii
Perhitungan Jumlah Kapang
A.
Pengertian
1
B.
Prinsip dan
Tujuan
2
C.
Mutu Produk Dan Jumlah Kapang
3
D.
Preparasi
Sampel Dan Homogenitas Sampel
4
E.
Perhitungan
Jumlah Koloni
a. Perhitungan Jumlah Mikroba Secara
Langsung.
5
b. Perhitungan
Jumlah Mikroba Secara Tidak Langsung
6
A.
Pengertian
Kapang adalah sekelompok mikroba
yang tergolong dalam fungi dengan ciri khas memiliki filament (miselium).Kapang
termasuk mikroba yang penting dalam mikrobiologi pangan karena selain berperan
penting dalam industri makanan, kapang juga menjadi penyebab kerusakan
pangan.Jumlah dan jenis kapang dalam suatu
makanan, dapat menentukan apakah makanan tersebut layak dikonsumsi
Uji kapang
khamir adalah pengujian yang dilaksanakan untuk menghitung jumlah kapang dan
khamir yang ditumbuhkan pada media tertentu,dilakukan dengan prinsip hitung
cawan,yang apabila Satu sel mikroorganisme yang masih hidup ditumbuhkan pada
media yang sesuai maka sel tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloninya
dpat dilihat langsung dengan mata pada media yang digunakan etelah dilakukan
inkubasi pada suhu dan waktu tertentu.
Metode AKK adalah metode penghitungan angka Kapang dan
Khamir pada suatu sampel yang akan diuji.
Kapang adalah mikroba yang memiliki lebih dari satu sel berupa benang
benang halus yang disebut hifa, kumpulan hifa disebut miselium, dan berkembang
biak dengan spora. Khamir adalah mikroba bersel tunggal berbentuk bulat
lonjong dan memperbanyak diri dengan cara membentuk tunas (askospora), tetapi
tidak membentuk miselum
Kapang adalah multiseluler yang
bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan –
bahan organic kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop
dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa
ini dikenal sebagai miselium.
B. Prinsip dan Tujuan
Tujuan
dilakukannya uji AKK ini yaitu untuk mengetahui cara dan prinsip pengujian AKK
dalam sediaan farmasi agar kita bisa mengetahui dan menentukan mutu daya tahan
suatu makanan atau sediaan yang diujikan,uji kualitatif bakteri patogen
untuk menentukan tingkat keamananya dan uji bakteri indicator untuk
meningkatkan sanitasi sampel tersebut.
Prinsip dari metode hitung cawan
adalah jika sel jasad renik yang masih hidup dihidupkan pada media gar,maka sel
jasad renik tersebut akan berkembangbiak dan membentuk koloni yang dapat
dilihat langsung dan dihitung dengan mmata tanpa menggunakan bantuan
mikroskop.Metode hitung cawan merupakan cara yang paling sensitive untuk
menentukan jumlah jasad renik karena beberapa hal yaitu:
1.
Hanya sel mikroba yang hidup yang dapat dihitung.
2.
Beberapa jenis jasad renik dapat dihitung sekaligus.
3.
Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikas mikroba.Karena koloni yang
terbentuk mungkin berasal dari suatu mikroba yang mempunyai penampakan
pertumbuhan sensitive (Waluyo,2010).
C. Mutu Produk Dan Jumlah Kapang
Kapang dapat bersifat menguntungkan
dan merugikan. Beberapa jenis kapang
bersifat merugikan karena kapangmembentuk mikotoksin yang dikenal sebagai penyebab keracunan akut (Depkes RI,
1998).Salah satu contoh mikotoksin yang diproduksi oleh kapang yang sering
mencemari makanan adalah Aflatoksin.Toksin ini dihasilkan oleh kapang Aspergillus
Flavus dan mencemari bahan makanan seperti
kacang-kacangan, jagung, dan serealia. Berbeda dengan toksin yang diproduksi
oleh bakteri, mikotoksin pada umumnya
tidak menyebabkan penyakit yang bersifat akut. Tetapi timbulnya penyakit
biasanya disebabkan oleh konsumsi mikotoksin dalam jumlah kecil secara
berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama (Supardi, 1999)
Keadaan makanan yang telah ditumbuhi kapang
yang tidak diinginkan pada permukaannya
menandakan bahwa makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.Membersihkan
kapang pada makanan melalui pencucian tidak dapat mengurangi kemungkinan bahaya yang
timbul karena toksin yang diproduksi
oleh kapang selama pertumbuhannya dapat terserap ke bagian dalam
makanan.Umumnya mikotoksin bersifat tahan panas, sehingga pengolahan atau pemanasan tidak menjamin
hilangnya atau berkura
ngnya keaktifan mikotoksin yang ada.
Metode ini digunakan
untuk menetapkan angka kapang khamir dalam makanan dan minuman, obat
tradisional dan sediaan kosmetika. Tim analis mikrobiologi telah melakukan uji
internal "Kapang dan Khamir" sesuai SNI 2332.7:2009 pada beberapa
produk perikanan seperti: Ikan segar, Udang rebus beku, Telur ikan terbang
kering, dan Gurita (Octopus) beku. Hal ini dilakukan karena pada
kenyataannya, beberapa waktu terakhir ini tidak ada permintaan terhadap
pengujian Kapang dan Khamir, padahal sebagai laboratorium yang terakreditasi,
kompetensi laboratorium harus selalu terjaga demi profesionalisme laboratorium.
D. Preparasi Sampel Dan Homogenitas Sampel
Media yang paling umum digunakan untuk menumbuhkan
jamur/kapang/fungi adalah media PDA (Potato Dextrose Agar). Bahan baku utama media ini adalah ekstrak kentang dengan
penambahan sumber karbon berupa dextrose.
E.
Perhitungan
Jumlah Koloni
Ada 2 macam cara perhitungan jumlah
mikroba/bakteri, yaitu perhitungan secara langsung (direct method) dan tidak
langsung (indirect method).
A. Perhitungan
Jumlah Mikroba Secara Langsung
Cara ini
dipakai untuk menentukan jumlah mikroba dihitung secara keseluruhan, baik yang
mati atau yang hidup.
Berbagai cara perhitungan mikroba
secara langsung menggunakan:
1.
Menggunakan
Kamar Hitung (Counting Chamber)
Perhitungan ini dapat menggunakan
hemositometer. Peteroff Hauser Bacteria Counter atau alat-alat lain yang
sejenis. Dasar perhitungannya ialah dengan menempatkan satu tetes suspense
bahan atau biakanmikroba pada alat tersebut ditutup dengan gelas penutup
kemudian diamati dengan mikroskop yang perbesarannya tergantung pada besar
kecilnya mikroba. Dengan menentukan jumlah sel rata-rata tiap petak (ruangan)
yang telah diketahui volumenya, dari alat tersebut dapat ditentukan jumlah sel
mikroba tiap cc.
Prinsip dari perhitungan
Petroff-Hauser yaitu melakukan perhitungan dengan pertolongan kotak-kotak
skala, di mana dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25
buah kotak besar dengan luas 0,04 mm2, dan setiap kotak besar
terdiri dari 16 kotak kecil. Alat haemocytometer digunakan di bawah
mikroskop, sisinya mempunyai ukuran 0,05 mm. Sedangkan satu kotak sedang
berukuran nilai 0,2 mm. Dan tebal nya adalah 0,1 mm. Jumlah sel per mL sampel dapat dihitung sebagai berikut:
1. Jumlah sel dalam 25 kotak besar = Jumlah sel per kotak besar × 25 kotak
2. Jumlah sel per mm3 sampel = Jumlah sel dalam 25 kotak
besar × (1/0,02)
3. Jumlah sel per ml sampel = Jumlah sel per mm3 sampel × 1031.
= Jumlah sel per kotak besar × 25 kotak× (1/0.02)x 10^3
4. Jumlah sel per ml sampel = Jumlah sel per kotak besar × 25 kotak × 50
× 103
Misalnya : didapatkan jumlah
mikroba yang mau dihitung 12 sel mikroba, maka jumlah sel per ml sampel adalah:
12 × 1,25 × 106 = 1,5 × 107.
Hemasitometer
adalah metode perhitungan secara mikroskopis. Ruang hitung terdiri dari 9 kotak
besar dengan luas 1 mm². Satu kotak besar di tengah, dibagi menjadi 25 kotak
sedang dengan panjang 0,05 mm. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak
kecil. Dengan demikian satu kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal
dari ruang hitung ini adalah 0,1 mm. Sel bakteri yang tersuspensi akan memenuhi
volume ruang hitung tersebut sehingga jumlah bakteri per satuan volume dapat
diketahui.
Kelebihan
perhitungan sel dengan menggunakan hemasitometer adalah dapat menghitung jumlah
sel yang hidup maupun yang mati, tergantung dari pewarna yang digunakan.
Misalnya. Bila pewarna trypan blue dicampurkan kedalam larutan sel maka sel
yang hidup tidak akan berwarna dan sel yang mati akan berwarna biru. Kelebihan
lainnya adalah morfologi sel dapat diamati, dapat mengevaluasi homogenitas dan
data mendeteksi.
2.
Menggunakan
Cara Pengecatan dan Pengamatan Mikroskopik
Pada cara
ini mula-mula dibuat preparat mikroskopik pada gelas benda, suspensi bahan atau
biakan mikroba yang telah diketahui volumenya diratakan diatas gelas benda pada
suatu luas tertentu. Setelah itu preparat dicat dan dihitung jumlah rata-rata
sel mikroba tiap bidang pemandangan mikroskopik. Luas bidang pemandangan
mikroskopik dihitung dengan mengukur garis tengahnya. Jadi jumlah mikroba yang
terdapat pada gelas benda seluruhnya dapat dihitung. Dengan perhitungan dapat
diperoleh jumlah mikroba tiap cc bahan/cairan yang diperiksa.
Cara yang
hampir sama dan biasa dipakai untuk menghitung jumlah bakteri , ialah dengan
mencampurkan 1 cc biakan bakteri dengan 1 cc darah manusia. Setelah homogen
dibuat preparat mikroskopik. Dari perbandingan jumlah rata-rata jumlah sel
bakteri dan jumlah sel darah merah dalam tiap bidang pemandangan, jumlah bakteri tiap cc dapat dihitung ,sebab darah
manusia yang normal mengandung 5 juta sel darah merah tiap cc.Perbandingan
darah dengan bakteri yaitu 1:1.
3.
Menggunakan
Filter Membran
Mula-mula
disaring sejumlah volume tertentu suatu suspensi bahan atau biakan mikroba,
kemudian disaring dengan filter membran yang telah disterilkan terlebih dahulu.
Dengan menghitung jumlah sel rata-rata tiap saat satuan luas pada filter
membran, dapat dihitung jumlah sel dari volume suspense yang disaring. Jika
perhitungan secara biasa susah, perlu dilakukan pengecatan pada filter membran,
kemudian filter membran dijenuhi dengan minyak imersi supaya tampak transparan.
Keuntungan metode ini ialah pelaksanaannya cepat dan tidak memerlukan
banyak peralatan.
Kelemahannya sebagai berikut:
a)
Sel-sel mikroba yang telah mati tidak dapat
dibedakan dari sel yang hidup. Karena itu
keduanya terhitung. Dengan kata lain hasil yang diperoleh ialah jumlah total
sel yang ada di dalam populasi. Pada beberapa macam sel eukariotik, penambahan
zat warna tertentu (misalnya biru metilen sebanyak 0,1 %) pada sampel yang akan
dihitung dapat membedakan sel hidup dari sel mati. Pada sel khamir misalnya
baik sel hidup maupun sel mati akan menyerap biru metilen namun hanya sel hidup
mampu mereduksi zat warna tersebut secara enzimatik menjadi tidak berwarna;
jadi sel-sel mati akan tampak biru.
b)
Sel-sel yang berukuran kecil sukar dilihat di
bawah mikroskop, seperti bakteri karena ketebalan hemasitometer tidak
memungkinkan digunakannya lensa obyektif celup minyak, sehingga kalau tidak
teliti tidak terhitung. Hal ini biasanya diatasi dengan cara mewarnai sel sehingga menjadi
lebih mudah dilihat.
c)
Untuk mempertinggi ketelitian, jumlah sel di
dalam suspensi harus cukup tinggi, minimal untuk
bakteri 106 sel/mL. Hal ini disebabkan dalam setiap bidang
pandang yang diamati harus terdapat sejumlah sel yang dapat dihitung
d)
Tidak dapat digunakan untuk menghitung sel
mikroba di
dalam bahan yang banyak mengandung debris atau ekstrak makanan, karena hal
tersebut akan mengganggu dalam perhitungan sel.
e)
Kelemahan lain adalah sulitnya
menghitung sel yang berukuran sangat kecil seperti bakteri karena ketebalan
hemasitometer tidak memungkinkan digunakannya lensa obyektif celup minyak.
Hal ini biasanya diatasi dengan cara mewarnai sel sehingga menjadi lebih mudah
dilihat. Kadang-kadang sel cenderung bergerombol sehingga sukar membedakan
sel-sel individu. Cara mengatasinya ialah mencerai-beraikan gerombolan sel-sel
tersebut dengan menambahkan bahan anti gumpal seperti dinatrium etilen diamin
tetraasetat dan Tween 80 sebanyak 0,1 %.
B. Perhitungan
Jumlah Mikroba Secara Tidak Langsung
Jumlah
mikroba dihitung secara keseluruhan baik yang mati atau yang hidup atau hanya
untuk menentukan jumlah mikroba yang hidup saja, ini tergantung cara-cara yang
digunakan.
Untuk
menentukan jumlah miroba yang hidup dapat dilakukan setelah larutan bahan atau
biakan mikroba diencerkan dengan factor pengenceran tertentu dan ditumbuhkan
dalam media dengan cara-cara tertentu tergantung dari macam dan sifat-sifat
mikrobanya.
Perhitungan
jumlah mikroba secara tidak langsung ini dapat dilakukan dengan:
1.
Menggunakan
Centrifuge
Harus
ditutup kapas supaya tidak terkontaminasi bakteri lain. Caranya adalah 10 cc
biakan cair mikroba dipusingkan dengan menggunakan centrifuge biasa dan
digunakan untuk dipertanggungjawabkan, maka kecepatan dan waktu centrifuge harus
diperhatikan. Setelah diketahui volume mikroba keseluruhannya , maka dapat
dipakai untuk menentukan jumlah sel-sel mikroba tiap cc, yaitu dengan membagi
volume mikroba keseluruhan dengan volume rata-rata tiap sampel. Dengan
kecepatan 3500-6000 rpm dan dengan waktu 5-10 menit.
2.
Berdasarkan
kekeruhan (turbiditas/turbidimetri)
Turbidimetri merupakan metode yang cepat untuk
menghitung jumlah bakteri dalam suatu
larutan menggunakan spektrofotometer.
Bakteri menyerap cahaya sebanding dengan volume total sel (ditentukan oleh
ukuran dan jumlah). Ketika mikroba
bertambah jumlahnya atau semakin besar ukurannya dalam biakan cair, terjadi
peningkatan kekeruhan dalam biakan. Kekeruhan dapat disebut optical
density (absorbsi cahaya, biasanya diukur pada panjang gelombang 520 nm – 700
nm). Untuk mikroba tertentu, kurva standar dapat memperlihatkan jumlah
organisme/ml (ditentukan dengan metode hitungan cawan) hingga pengukuran
optical density (ditentukan dengan spektrofotometer).
Dasar penentuan cara ini adalah jika seberkas sinar dilakukan pada suatu
suspensi bakteri, maka makin pekat (keruh) suspensi tersebut makin besar
intensitas sinar yang diabsorbsi, sehingga intensitas sinar yang diteruskan
makin kecil.
Untuk keperluan ini digunakan
alat-alat seperti fotoelektrik, turbidimeter,
elektrofotometer,spektrofotometer, nefelometer, dan alat-alat lainyang sejenis.
Alat-alat tersebut menggunakan sinar monokromatik dengan panjang gelombang
tertentu.
Turbidimeter merupakan sifat optik
akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang
dipantulkan terhadap cahaya yang tiba. Intensitas cahaya yang dipantulkan oleh
suatu suspensi adalah fungsi konsentrasi jika kondisi-kondisi lainnya konstan.
Metode pengukuran turbiditas dapat dikelompokkan dalam tiga golongan , yaitu
pengukuran perbandingan intensitas cahaya yang dihamburkan terhadap intensitas
cahaya yang datang; pengukuran efek ekstingsi, yaitu kedalaman
dimana cahaya mulai tidak tampak di dalam lapisan medium yang keruh. instrumen
pengukur perbandingan Tyndall disebut sebagai Tyndall
meter. Dalam instrumen ini intensitas diukur secara langsung. Sedang pada
nefelometer, intensitas cahaya diukur deagan den-an larutan standar.
Turbidimeter meliputi pengukuran cahaya yang diteruskan. Turbiditas berbanding
lurus terhadap konsentrasi dan ketebalan, tetapi turbiditas tergantung. juga
pada warna. Untuk partikel yang lebih kecil, rasio Tyndall sebanding dengan
pangkat tiga dari ukuran partikel dan berbanding terbalik terhadap pangkat
empat panjang gelombangnya.
Dengan mengetahui presentase sinar yang diabsorbsi (sinar yang dteruskan)
dan dibandingkan dengan standar mikroba yang telah diketahui jumlahnya tiap cc,
maka dapat diketahui jumlah mikroba tersebut tiap ccnya.
Alat yang paling sederhana untuk penentuan cara tersebut dapat memakai
komparator blok, tetapi penggunaan alat ini kesalahannya sangat besar sebab
pengamatannya hanya menggunakan mata biasa.
3.
Menggunakan Perhitungan Elektronik (Elektronic Counter)
Alat ini
dapat digunakan untuk menentukan beribu-ribu sel tiap detik secara tepat.
Prinsip kerja alat ini yaitu adanya gangguan-gangguan pada aliran ion-ion
(listrik) yang bergerak diantara dua electrode. Penyumbatan sementara oleh sel
mikroba pada pori sekat yang terdapat diantara kedua electrode itu menyebabkan
terputusnya aliran listrik. Jumlah pemutusan aliran tiap satuan waktu
dihubungkan dengan kecepatan aliran cairan yang mengandung mikroba merupakan
ukuran jumlah mikroba dalam cairan tersebut.
4.
Berdasarkan
Analisa Kimia
Cara ini
didasarkan atas hasil analisa kimia sel-sel mikroba. Makin banyak sel-sel
mikroba, makin besar hasil analisa kimianya secara kuantitatif.
Yang dipakai
sebagai dasar penentuan umumnya kandungan protein, asam-asam nukleat (DNA dan
RNA) atau fosfor dari asam-asam nukleat.
5.
Berdasarkan
Berat Kering
Cara ini
terutama digunakan untuk penentuan jumlah jamur benang misalnya dalam industry
mikrobiologi.Kenaikan berat kering suatu mikrobia berarti juga kenaikan sintesa
dan volume sel-sel yang dipakai untuk menentukan jumlah mikrobia.
6.
Menggunakan
Cara Pengenceran
Aturan
Hitungan:
(1) Jika anda
mendapatkan cawan yang mengandung jumlah koloni sebanyak 10-150 koloni, maka
rumus perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut.
(1 X n1) +
( 0,1 x n2)] x ( d )
Dengan :
N: Jumlah koloni produk, dinyatakan dalam koloni per
ml atau koloni per g.
∑C: Jumlah koloni pada semua cawan yang dihitung
n1: Jumlah cawan pada pengenceran pertama yang di
hitung
n2: Jumlah cawan pada pengenceran kedua yang di hitung
d: Pengenceran pertama yang di hitung.
(2) Jika jumlah
koloni per cawan lebih dari 150 pada seluruh pengenceran, maka laporkan
hasilnya sebagai terlalu banyak untuk dihitung (TBUD), tetapi jika salah satu
pengenceran mempunyai jumlah koloni mendekati 150, maka laporkan sebagai
perkiraan jumlah kapang.
Pelaporan
Dalam melaporkan perhitungan kapang harus
memperhatikan hal-hal berikut, antara lain:
·Untuk
menghasilkan perhitungan yang akurat dan teliti, maka laporkan hasilnya dengan
dua angka ( digit ) pertama sebagai hasil pembulatan.
·Pembulatan
keatas dengan cara menaikkan angka kedua menjadi angka yang lebih tinggi bila
angka ketiga adalah 6,7,8 atau 9 dan gunakan angka 0 untuk masing-masing angka
pada digit berikutnya.
·Pembulatan
kebawah bila angka ketiga adalah 1,2,3 atau 4. Bila angka ketiga 5, bulatkan
keatas bila angka kedua ganjil dan bulatkan kebawah bila angka kedua itu genap.
DAFTAR
PUSTAKA