LAPORAN
ANALISIS
INSTRUMEN
ELEKTROLISIS
LARUTAN ELEKTROLIT
Nama:
Aura Siti Rahmawati
Kelas:
XI Analis 6
Kelompok:
15
Laboratorium
Instrumen
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017
1. Tanggal
Praktikum : 10 Februari 2017
2. Judul
Praktikum : Elektrolisis Larutan Elektrolit
3. Tujuan
Praktikum : 1. Siswa dapat
melaksanakan elektrolisis larutan elektrolit
2. Siswa dapat mengidentifikasi zat yang
terbentuk elektroda di katoda dan di anoda
4. Konsep
Dasar :
Elektrolisis
merupakan peristiwa kimia yang terjadi karena arus listrik. Proses ini banyak
dimanfaatkan untuk pemurnian logam dan pelapisan logam. Untuk mempelajari
reaksi reduksi dan oksidasi pada elektrolisis serta hubungan potensial reduksi
dengan hasil-hasil reaksi pada eksperimen ini akan diselidiki hasil-hasil
reaksi pada eksperimen ini akan diselidiki hasil-hasil reaksi elektrolisis
larutan Natrium Sulfat, larutan KI, dan larutan CuSO4.
5. Alat
dan Bahan :
1. Alat
: :-Tabung U
-Elektroda C dan Cu
-Statif
-Klem
-Pipet tetes
-Plat tetes
2. Bahan:-larutan
natrium sulfat
-larutan KI
-larutan CuSO4
-larutan amilum
-indikator pp
- kertas lakmus merah dan biru
6. Prosedur
dan Data Pengamatan:
No
|
Prosedur
|
Data
Pengamatan
|
A.
Elektrolisis Na2SO4
|
||
1
|
Pasang alat
|
Natrium
sulfat:larutan, bening
Anoda
(+):gelembung sedikit
Katoda(-):
gelembung banyak
Katoda:
Anoda:
|
2a
|
Teteskan
larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
|
Anoda+lakmus
merah dan biru : merah dua duanya
|
b
|
Teteskan
larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan phenolpthalien
|
Pp: tidak
berwarna
Anoda+pp:
tidak berwarna
|
3a
|
Teteskan
larutan dari katoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
|
Katoda+lakmus
merah dan biru: biru dua duanya
|
b
|
Teteskan
larutan dari katoda pada plat tetes, uji dengan phenolpthalien
|
Pp: bening
Katoda+pp:
ungu
|
B
|
Elektrolisis
larutan KI
|
|
1
|
Isi tabung U dengan
larutan KI 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua elektroda karbon ke
dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda itu dengan sumber
arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi pada tiap elektroda
|
Karbon: hitam,
padatan
KI: bening,
larutan
Katoda(-):
gelembung
Anoda(+):
pelunturan warna dari karbon coklat kekuningan
Anoda:
Katoda:
|
2
|
Keluarkan
dengan hati-hati kedua elektroda, cium baunya dan catat!
|
Bau anoda yang
mengalami pelunturan seperti betadine
|
3
|
Pipet 2 ml
larutan masing-masing dari ruang katoda dan anoda ke dalam dua tabung reaksi
Pada larutan
dari ruang katoda uji dengan menambahkan phenolpthalien
Pada larutan dari
ruang anoda, uji dengan menambahkan beberapa tetes amilum
|
Pp:
bening, larutan
Amilum:
bening, putih, larutan
Katoda+pp:ungu
Anoda+amilum:hitam
|
C
|
Elektrolisis
larutan CuSO4
|
|
1a
|
Isi tabung U
dengan larutan CuSO4 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua
elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda
itu dengan sumber arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi
pada tiap elektroda
|
Karbon:
padata, hitam
CuSO4:
biru, larutan
Anoda(+): ada
gelembung
Katoda(-):
tidak bereaksi+ karbon merah
Katoda:
Anoda:
|
b
|
Teteskan
larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
|
Anoda+lakmus
merah dan biru:
|
c
|
Teteskan
larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan fenolpthalien
|
Pp: bening
Anoda+pp:
tidak berubah
|
2a
|
Timbang kedua
elektroda Cu sebelum elektrolisis
|
Cu1: 0,4907 g
Cu2: 0,4899 g
|
b
|
Isi tabung U
dengan larutan CuSO4 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua
elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda
itu dengan sumber arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi
pada tiap elektroda
|
Cu:
padatan,emas
Cu1+anoda:
warna Cu menghitam
Cu2+katoda:
warna tetap
Anoda:
Katoda:
|
c
|
Timbang kedua elektroda Cu setelah
elektrolisis
|
Cu1: 0,4904 g
Cu2: 0,4903 g
|
7. Persamaan
reaksi dan Perhitungan:
Elektrolisis Na2SO4
Katoda:
Anoda:
Elektrolisis larutan KI
Anoda:
Katoda:
Elektrolisis larutan CuSO4
Katoda:
Anoda:
Anoda:
Katoda:
8. Pembahasan
:
Pada elektrolisis larutan
Na2SO4, tidak terjadi perubahan warna pada katode, tetap berwarna pink/ungu
yang menandakan bahwa larutan pada katoda bersifat basa, dan terjadi perubahan
warna pada anode menjadi bening (tidak berwarna) yang menandakan bahwa larutan
bersifat asam
Gelembung udara hanya terdapat pada anoda
karena terjadi reaksi oksidasi H2O menjadi gas H2 Pada katoda terdapat endapan
Cu yang berasal dari reduksi Cu dan warna kecoklatan itu berasal dari reduksi
tersebut. Sedangkan pada anoda terlihat perubahan warna karena meningkatnya
konsentrasi H2 sehingga terlihat warna pink.
Pada larutan KI
terlihat jelas bahwa adanya gelembung pada kedua elektroda. Pada kation ,
gelembung udara berasal dari reduksi H2O yang menghasilkan gas H2. Pada anoda
gelembung udara berasal dari oksidasi I- menjadi I2 . Terjadinya perubahan
warna indikator pada katoda menjadi warna unggu karena peningkatan konsentrasi
OH ,sedangkan pada anoda orange kecoklatan berasal dari oksidasi I- menjadi gas
I2.
9. Kesimpulan :
Dari hasil pengamatan, dapat kami
simpulkan bahwa sel elektrolisis mengubah energy listrik menjadi energy kimia.
Hal ini didasarkan pada terdapatnya gelembung udara pada katoda maupun anoda dan
terjadinya perubahan warna indikator akibat berubahnya konsentrasi OH katoda
dan H pada anoda.
10. Daftar
Pustaka :
http://catatannajwa123.blogspot.com/2015/09/laporan-praktikum-elektrolisis.html?m=1
https://alexkimia.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar