Jumat, 01 Desember 2017

Laporan Instrumen Larutan Elektrolit



LAPORAN
ANALISIS INSTRUMEN
ELEKTROLISIS LARUTAN ELEKTROLIT
Nama: Aura Siti Rahmawati
Kelas: XI Analis 6
Kelompok: 15





Laboratorium Instrumen
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017

1.      Tanggal Praktikum  : 10 Februari 2017
2.      Judul Praktikum       : Elektrolisis Larutan Elektrolit
3.      Tujuan Praktikum    : 1. Siswa dapat melaksanakan elektrolisis larutan elektrolit
2. Siswa dapat mengidentifikasi zat yang terbentuk elektroda di katoda dan di anoda

4.      Konsep Dasar            :
Elektrolisis merupakan peristiwa kimia yang terjadi karena arus listrik. Proses ini banyak dimanfaatkan untuk pemurnian logam dan pelapisan logam. Untuk mempelajari reaksi reduksi dan oksidasi pada elektrolisis serta hubungan potensial reduksi dengan hasil-hasil reaksi pada eksperimen ini akan diselidiki hasil-hasil reaksi pada eksperimen ini akan diselidiki hasil-hasil reaksi elektrolisis larutan Natrium Sulfat, larutan KI, dan larutan CuSO4.
5.      Alat dan Bahan         :
1.      Alat : :-Tabung U
   -Elektroda C dan Cu
   -Statif
   -Klem
   -Pipet tetes
   -Plat tetes
2.      Bahan:-larutan natrium sulfat
      -larutan KI
      -larutan CuSO4
      -larutan amilum
      -indikator pp
      - kertas lakmus merah dan biru

6.      Prosedur dan Data Pengamatan:
No
Prosedur
Data Pengamatan

A.    Elektrolisis Na2SO4

1
Pasang alat
Natrium sulfat:larutan, bening
Anoda (+):gelembung sedikit
Katoda(-): gelembung banyak

Katoda:
2H2O + 2e        2OH + H2
Anoda:
2H2O          O2 + 4e+4H
2a
Teteskan larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
Anoda+lakmus merah dan biru : merah dua duanya
b
Teteskan larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan phenolpthalien
Pp: tidak berwarna
Anoda+pp: tidak berwarna
3a
Teteskan larutan dari katoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
Katoda+lakmus merah dan biru: biru dua duanya
b
Teteskan larutan dari katoda pada plat tetes, uji dengan phenolpthalien 

Pp: bening
Katoda+pp: ungu
B
Elektrolisis larutan KI

1
Isi tabung U dengan larutan KI 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi pada tiap elektroda
Karbon: hitam, padatan
KI: bening, larutan

Katoda(-): gelembung
Anoda(+): pelunturan warna dari karbon coklat kekuningan

Anoda:
I-         I2+ 2e
Katoda:
2H2O + 2e       2OH + H2

2
Keluarkan dengan hati-hati kedua elektroda, cium baunya dan catat!
Bau anoda yang mengalami pelunturan seperti betadine
3
Pipet 2 ml larutan masing-masing dari ruang katoda dan anoda ke dalam dua tabung reaksi
Pada larutan dari ruang katoda uji dengan menambahkan phenolpthalien
Pada larutan dari ruang anoda, uji dengan menambahkan beberapa tetes amilum
Pp: bening, larutan
Amilum: bening, putih, larutan

Katoda+pp:ungu

Anoda+amilum:hitam
C
Elektrolisis larutan CuSO4

1a
Isi tabung U dengan larutan CuSO4 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi pada tiap elektroda
Karbon: padata, hitam
CuSO4: biru, larutan

Anoda(+): ada gelembung
Katoda(-): tidak bereaksi+ karbon merah

Katoda:
Cu2+ + 2e         Cu
Anoda:
2H2O          O2 + 4e+4H

b
Teteskan larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan kertas lakmus merah dan biru
Anoda+lakmus merah dan biru:
c
Teteskan larutan dari anoda pada plat tetes, uji dengan fenolpthalien
Pp: bening
Anoda+pp: tidak berubah
2a
Timbang kedua elektroda Cu sebelum elektrolisis
Cu1: 0,4907 g
Cu2: 0,4899 g
b
Isi tabung U dengan larutan CuSO4 0,5 M hingga ¾ volume tabung. Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah selama 5 menit. Catat perubahan yang terjadi pada tiap elektroda
Cu: padatan,emas
Cu1+anoda: warna Cu menghitam
Cu2+katoda: warna tetap

Anoda:
Cu       Cu2+ + 2e
Katoda:
Cu2+ + 2e         Cu


c
Timbang kedua elektroda Cu setelah elektrolisis
Cu1: 0,4904 g
Cu2: 0,4903 g



7.      Persamaan reaksi dan Perhitungan:
Elektrolisis Na2SO4
Katoda:
2H2O + 2e        2OH + H2
Anoda:
2H2O          O2 + 4e+4H

Elektrolisis larutan KI
Anoda:
I-         I2+ 2e
Katoda:
2H2O + 2e       2OH + H2


Elektrolisis larutan CuSO4
Katoda:
Cu2+ + 2e         Cu
Anoda:
2H2O          O2 + 4e+4H

Anoda:
Cu       Cu2+ + 2e
Katoda:
Cu2+ + 2e         Cu

8.      Pembahasan               :
Pada elektrolisis larutan Na2SO4, tidak terjadi perubahan warna pada katode, tetap berwarna pink/ungu yang menandakan bahwa larutan pada katoda bersifat basa, dan terjadi perubahan warna pada anode menjadi bening (tidak berwarna) yang menandakan bahwa larutan bersifat asam
 Gelembung udara hanya terdapat pada anoda karena terjadi reaksi oksidasi H2O menjadi gas H2 Pada katoda terdapat endapan Cu yang berasal dari reduksi Cu dan warna kecoklatan itu berasal dari reduksi tersebut. Sedangkan pada anoda terlihat perubahan warna karena meningkatnya konsentrasi H2 sehingga terlihat warna pink.
Pada larutan KI terlihat jelas bahwa adanya gelembung pada kedua elektroda. Pada kation , gelembung udara berasal dari reduksi H2O yang menghasilkan gas H2. Pada anoda gelembung udara berasal dari oksidasi I- menjadi I2 . Terjadinya perubahan warna indikator pada katoda menjadi warna unggu karena peningkatan konsentrasi OH ,sedangkan pada anoda orange kecoklatan berasal dari oksidasi I- menjadi gas I2.
9.      Kesimpulan               :
      Dari hasil pengamatan, dapat kami simpulkan bahwa sel elektrolisis mengubah energy listrik menjadi energy kimia. Hal ini didasarkan pada terdapatnya gelembung udara pada katoda maupun anoda dan terjadinya perubahan warna indikator akibat berubahnya konsentrasi OH katoda dan H pada anoda.
10.  Daftar Pustaka           :
http://catatannajwa123.blogspot.com/2015/09/laporan-praktikum-elektrolisis.html?m=1
https://alexkimia.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar