LAPORAN
ANALISIS
INSTRUMEN
PENETAPAN
KADAR MANGAN DALAM BAHAN TANAMAN
Nama:
Aura Siti Rahmawati
Kelas:
XI Analis 6
Kelompok:
15
Laboratorium
Instrumen
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 BANDUNG
BANDUNG
2016
1. Tanggal
Praktikum : 31 Oktober 2016
2.
Judul Praktikum : Penetapan Kadar Mangan Dalam Bahan Tanaman
3.
Tujuan Praktikum : Untuk menentukan kadar mangan dalam bahan
tanaman
4. Prinsip
Praktikum :
Dalam lingkungan basa (pH>9)
ion-ion mangan dengan formaldoximemembentuk warna merah bata, gangguan-ganguan
Fe, Co, Ni dan Cu dihindarkandengan
penambahan KCN, sebelumnyaFe3+direduksi menjadi Fe2+ dengan metol. Karnaion Fe(CN)6akan berwarna kuning
yang bisa mengganggu hasil analisis bila pengukurandilakukan pada λ 420nm, maka
pengukuran dilaksanakan pada λ 515nm.
Dasar Teori :
Teh hijau juga
memiliki kandungan mangan.
Zat ini diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kestabilan gula darah yang ada di
dalam tubuh kita. Dengan teratur minum teh hijau, berarti kita telah membantu
terpenuhinya kebutuhan akan mangan di dalam tubuh kita.
Mangan
adalah kimia logam aktif, abu-abu merah muda yang di tunjukkan pada symbol Mn
dan nomor atom 25. Ini adalah elemen pertama di Grup 7 dari tabel periodic.
Mangan merupakan dua belas unsur paling berlimpah di kerak bumi (sekitar 0,1%)
yang terjadi secara alamiah. Mangan merupakan logam keras dan sangat rapuh.
Sulit untuk meleleh, tetapi mudah teroksidasi. Mangan bersifat reaktif ketika
murni, dan sebagai bubuk itu akan terbakar dalam oksigen, bereaksi dengan air
dan larut dalam asam encer. Menyerupai besi tapi lebih keras dan lebih rapuh.
Mangan adalah senyawa yang
sangat umum yang dapat ditemukan di mana-mana di bumi. Mangan adalah salah satu
dari tiga elemen penting beracun, yang berarti bahwa tidak hanya perlu bagi
manusia untuk bertahan hidup, tetapi juga beracun ketika terlalu tinggi
konsentrasi hadir dalam tubuh manusia.
Pengambilan mangan oleh manusia terutama terjadi melalui makanan, seperti bayam, teh dan rempah-rempah. Bahan makanan yang mengandung konsentrasi tertinggi adalah biji-bijian dan beras, kacang kedelai, telur, kacang-kacangan, minyak zaitun, kacang hijau dan tiram. Setelah penyerapan dalam tubuh manusia mangan akan diangkut melalui darah ke hati, ginjal, pankreas dan kelenjar endokrin.
Efek mangan terjadi terutama di saluran pernapasan dan di otak. Gejala keracunan mangan adalah halusinasi, pelupa dan kerusakan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan Parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis. Ketika orang-orang yang terkena mangan untuk jangka waktu lama mereka menjadi impoten.
Suatu sindrom yang disebabkan oleh mangan memiliki gejala seperti skizofrenia, kebodohan, lemah otot, sakit kepala dan insomnia.
Karena Mangan merupakan elemen penting bagi kesehatan manusia kekurangan mangan juga dapat menyebabkan efek kesehatan. Ini adalah efek berikut:
- Kegemukan
- Glukosa intoleransi
- Darah pembekuan
- Masalah kulit
- Menurunkan kadar kolesterol
- ganguan Skeleton
- Kelahiran cacat
- Perubahan warna rambut
- gejala Neurological
Pengambilan mangan oleh manusia terutama terjadi melalui makanan, seperti bayam, teh dan rempah-rempah. Bahan makanan yang mengandung konsentrasi tertinggi adalah biji-bijian dan beras, kacang kedelai, telur, kacang-kacangan, minyak zaitun, kacang hijau dan tiram. Setelah penyerapan dalam tubuh manusia mangan akan diangkut melalui darah ke hati, ginjal, pankreas dan kelenjar endokrin.
Efek mangan terjadi terutama di saluran pernapasan dan di otak. Gejala keracunan mangan adalah halusinasi, pelupa dan kerusakan saraf. Mangan juga dapat menyebabkan Parkinson, emboli paru-paru dan bronkitis. Ketika orang-orang yang terkena mangan untuk jangka waktu lama mereka menjadi impoten.
Suatu sindrom yang disebabkan oleh mangan memiliki gejala seperti skizofrenia, kebodohan, lemah otot, sakit kepala dan insomnia.
Karena Mangan merupakan elemen penting bagi kesehatan manusia kekurangan mangan juga dapat menyebabkan efek kesehatan. Ini adalah efek berikut:
- Kegemukan
- Glukosa intoleransi
- Darah pembekuan
- Masalah kulit
- Menurunkan kadar kolesterol
- ganguan Skeleton
- Kelahiran cacat
- Perubahan warna rambut
- gejala Neurological
Senyawa
mangan secara alami ada dalam lingkungan sebagai padatan di dalam tanah dan
partikel kecil di dalam air. Partikel mangan di udara yang hadir dalam partikel
debu. Biasanya ini menetap ke bumi dalam waktu beberapa hari.
Manusia meningkatkan konsentrasi mangan di udara oleh kegiatan industri dan melalui pembakaran bahan bakar fosil. Mangan yang berasal dari sumber manusia juga dapat memasukkan air permukaan, air tanah dan air limbah. Melalui penerapan pestisida mangan, mangan akan memasuki tanah.
Manusia meningkatkan konsentrasi mangan di udara oleh kegiatan industri dan melalui pembakaran bahan bakar fosil. Mangan yang berasal dari sumber manusia juga dapat memasukkan air permukaan, air tanah dan air limbah. Melalui penerapan pestisida mangan, mangan akan memasuki tanah.
Untuk
hewan, mangan adalah komponen lebih penting dari tiga puluh enam enzim yang
digunakan untuk karbohidrat, protein dan metabolisme lemak. Jika Binatang makan
terlalu sedikit mengadung mangan menyebabkan gangguan pertumbuhan normal,
pembentukan tulang dan reproduksi akan terjadi.
Untuk beberapa hewan dosis yang mematikan sangat rendah, yang berarti mereka memiliki sedikit kesempatan untuk bertahan lebih kecil. Dosis mangan bila melebihi dosis yang esensial. Zat mangan dapat menyebabkan paru-paru, hati dan gangguan pembuluh darah, penurunan tekanan darah, kegagalan dalam perkembangan janin hewan dan kerusakan otak.
Untuk beberapa hewan dosis yang mematikan sangat rendah, yang berarti mereka memiliki sedikit kesempatan untuk bertahan lebih kecil. Dosis mangan bila melebihi dosis yang esensial. Zat mangan dapat menyebabkan paru-paru, hati dan gangguan pembuluh darah, penurunan tekanan darah, kegagalan dalam perkembangan janin hewan dan kerusakan otak.
Ketika
penyerapan mangan terjadi melalui kulit dapat menyebabkan kegagalan tremor dan
koordinasi. Akhirnya, tes laboratorium dengan hewan telah di uji menunjukkan
bahwa keracunan mangan parah harus bahkan dapat menyebabkan perkembangan tumor
dengan binatang.
Pada
tumbuhan ion mangan diangkut ke daun setelah pengambilan dari tanah. Bila
terlalu sedikit mangan dapat diserap dari tanah ini menyebabkan gangguan pada
mekanisme tanaman. Misalnya gangguan dari pembagian air untuk hidrogen dan
oksigen, di mana mangan memainkan peranan penting.
Mangan
dapat menyebabkan keracunan dan kekurangan baik gejala pada tumbuhan. Bila pH
tanah rendah kekurangan mangan lebih umum.
Konsentrasi mangan Sangat beracun dalam tanah dapat menyebabkan pembengkakan dinding sel, layu dari daun dan bercak-bercak cokelat pada daun. Kekurangan juga dapat menyebabkan efek tersebut. Antara konsentrasi dan konsentrasi beracun yang menyebabkan kekurangan area kecil konsentrasi untuk pertumbuhan tanaman yang optimal dapat dideteksi.
Konsentrasi mangan Sangat beracun dalam tanah dapat menyebabkan pembengkakan dinding sel, layu dari daun dan bercak-bercak cokelat pada daun. Kekurangan juga dapat menyebabkan efek tersebut. Antara konsentrasi dan konsentrasi beracun yang menyebabkan kekurangan area kecil konsentrasi untuk pertumbuhan tanaman yang optimal dapat dideteksi.
Spektrofotometri merupakan suatu perpanjangan dari penelitian
visual dalam studi yang lebih terinci mengenai penyerapan energi cahaya oleh
spesi kimia, memungkinkan kecermatan yang lebih besar dalam perincian dan
pengukuran kuantitatif.
Pengabsorpsian sinar
ultraviolet atau sinar tampak oleh suatu molekul umumnya menghasilkan eksitasi
electron bonding, akibatnya panjang gelombang absorpsi maksimum dapat
dikorelasikan dengan jenis ikatan yang ada didalam molekul yang sedang
diselidiki.Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berharga untuk
mengidentifikasi gugus-gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul.Akan
tetapi yang lebih penting adalah penggunaan spektroskopi serapan ultraviolet
dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung
gugus-gugus pengabsorpsi.
Metode spektroskopi
sinar tampak berdasarkan penyerapan sinar tampak oleh suatu larutan
berwarna.Oleh karena itu metode ini dikenal juga sebagai metode
kalorimetri.Hanya larutan senyawa yang berwarna ynag dapat ditentukan dengan
metode ini.Senyawa tak berwarna dapat dibuat berwarna dengan mereaksikannya
dengan pereaksi yang menghasilkan senyawa berwarna.Contohnya ion Fe3+ dengan
ion CNS- menghasilkan larutan berwarna merah. Lazimnya
kalorimetri dilakukan dengan membandingkan larutan standar dengan cuplikan yang
dibuat pada keadaan yang sama. Dengan kalorimetri elektronik (canggih) jumlah
cahaya yang diserap (A) berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Metode ini
sering digunakan untuk menentukan kadar besi dalam air minum.
Pada metode spektroskopi
ultraviolet, cahaya yang diserap bukan cahaya tampak tapi cahaya ultraviolet.
Dengan cara ini larutan tak berwarna dapat diukur, contoh aseton dan
asetaldehid. Pada spektroskopi ini energy cahaya terserap digunakan untuk
transisi electron.Karena energy cahaya UV lebih besar dari energy cahaya tampak
maka energy UV dapat menyebabkan transisi electron s dan p.
.
Instrumen pada spektrofotometri UV-Vis terdiri dari 6
komponen pokok, yaitu :
1. sumber
radiasi
· Lampu
deuterium (λ= 190nm-380nm, umur pemakaian 500 jam)
· Lampu
tungsten, merupakan campuran dari flamen tungsten dan gas iodine. Pengukurannya
pada daerah visible 380-900nm.
· Lampu
merkuri, untuk mengecek atau kalibrasi panjang gelombang pada spectra UV-VIS
pada 365 nm.
2. Monokromator
Alat
yang paling umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang
gelombang.Monokromator untuk UV-VIS dan IR serupa, yaitu mempunyai celah,
lensa, cermin dan prisma atau grating.

1. wadah sampel (sel atau kuvet)
1. wadah sampel (sel atau kuvet)
Wadah
sampel umumnya disebut kuvet. Berikut jenis-jenis kuvet yang bisa digunakan:
(a)
Gelas
Umum
digunakan (pada 340-1000 nm) Biasanya memiliki panjang 1 cm (atau 0,1, 0,2 ,
0,5 , 2 atau 4 cm)
(b) Kwarsa
Mahal,
range (190-1000nm) (c) Cell otomatis (flow through cells)
(d) Matched cells
(e) Polystyrene range ( 340-1000nm)
throw away type
(f) Micro cells.
2. detektor
Radiasi
yang melewati sampel akan ditangkap oleh detektor yang akan mengubahnya menjadi
besaran terukur. Berikut jenis-jenis detektor dalam sperktrofotometer UV-VIS.
(a) Barrier layer cell (photo cell atau photo voltaic cell)
(b) Photo tube, lebih sensitif daripada photo cell, memerlukan
power suplai yang stabil dan amplifier
(c) Photo multipliers, Sangat sensitif, respons cepat digunakan
pada instrumen double beam penguatan internal
5. Recorder
Radiasi
yang ditangkap detektor kemudian diubah menjadi arus listrik oleh recorder dan
terbaca dalam bentuk transmitansi.
6. Read out
(a) Null balance, menggunakan prinsip null balance
potentiometer, tidak nyaman, banyak diganti dengan pembacaan langsung dan
pembacaan digital
(b) Direct readers, %T, A atau C dibaca langsung dari skala
(c) Pembacaan digital, mengubah sinyal analog ke digital dan
menampilkan peraga angka Light emitting diode (LED) sebagai A,
%T atau C. Dengan pembacaan meter seperti gambar, akan lebih mudah dibaca skala
transmitannya, kemudian menentukan absorbansi dengan A = - log T.
Sumber radiasi untuk spektroskopi UV-Vis adalah lampu
tungsten.Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah cahaya polikromatik.
Cahaya polikromatik UV akan melewati monokromator yaitu suatu alat yang paling
umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang
(monokromator). Monokromator
radiasi UV, sinar tampak dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah
(slit), lensa, cermin dan perisai atau grating.
Wadah sampel
umumnya disebut sel/kuvet.Kuvet yang terbuat dari kuarsa baik untuk
spektrosokopi UV dan juga untuk spektroskopi sinar tampak.Kuvet plastik dapat
digunakan untuk spektroskopi sinar tampak.
Radiasi yang
melewati sampel akan ditangkap oleh detektor yang berguna untuk mendeteksi
cahaya yang melewati sampel tersebut. Cahaya yang melewati detektor diubah
enjadi arus listrik yang dapat dibaca melalui recorder dalam bentuk
transmitansi absorbansi atau konsentrasi.
6. Alat
dan Bahan :
Alat :
-
Batang Pengaduk - Kassa Asbes -
Mesin Kocok - Spatula
-
Botol Semprot - Kaki Tiga - Neraca Analitik - Klem
-
Botol Timbang - Kertas
Saring - Oven - Statif
-
Buret - Spektrofotometer - Pipet Gondok -
Tabung
-
Bunsen - Gelas Kimia - Pipet Ukur Reaksi
-
Cawan Penguap - Labu Ukur -
Pipet Tetes
-
Corong Kaca - Lumpang
Alu - Gelas Ukur
Bahan
:
-
Lar. Formaldoksime
-
Lar. Sianida
-
Lar. Pereduksi
-
Lar. Standar 1000 ppm Mn
-
Lar. Standar 100 ppm Mn
-
Lar. Deret Standar
-
Lar. Pereaksi Campuran
7.
Prosedur kerja dan Pengamatan :
No
|
Prosedur kerja
|
Pengamatan
|
1
|
Persiapan
Sampel
|
|
a
|
Bersihkan sampel dari debu dengan lap, kapas atau tisu
yang bersih
|
Sampel Teh
Celup Sosro
|
b
|
Masukan ke dalam kantong kain
|
|
c
|
Keringkan pada temperature 800 C
|
|
d
|
Gerus sampel
dan masukan ke dalam botol sampel
|
-Sampel
sebelum dihaluskan: serbuk, coklat
-Sampel
setelah dihaluskan: halus, serbuk, coklat
|
2
|
Pembuatan
Larutan Sampel
|
|
a
|
Timbang dengan teliti sebanyak 2g sampel teh yang telah di
gerus
|
g sampel: 2,0009
gram
|
b
|
Masukan ke
dalam cawan porselen
|
|
c
|
Abukan dalam furnace atau pembakar
Bunsen pada temperatus 5250C sampai tak tampak lagi partikel
kehitaman
|
-Sampel
sebelum dipanaskan: coklat, halus, serbuk
-Sampel
setelah dipanaskan: abu-abu, halus
|
d
|
Larutkan abu dalam HCl 4N sebanyak
4 mL
|
HCl 4 N:
larutan, tidak berwarna, menyengat
Sampel+HCl 4N:
hijau, berbintik hitam
|
e
|
Saring ke dalam labu takar 50mL
dan bilas porselen ke dalam labu oleh aquades.
|
Setelah disaring warnanya kuning
|
f
|
Tanda
bataskan labu dengan aquades dan homogenkan
|
Larutan menjadi bening kekuningan
|
3
|
Pewarnaan Larutan Sampel
|
|
a
|
Ambil 2 mL
larutan sampel ke dalam tabung reaksi
|
|
b
|
Tambahkan 10
mL larutan pereaksi campuran
|
Pereaksi
campuran: kuning, larutan, menyengat
Setelah
ditambahkan warnanya menjadi gradasi coklat kemerahan.
|
c
|
Kocok dengan shaker tabung,
diamkan selama 20 menit
|
Setelah di shaker warnanya cokklat
muda
|
d
|
Ukur larutan sampel yang telah
siap pada panjang gelombang 515nm
|
A=0,402 A
|
4
|
Pewarnaan dan Pengukuran Larutan
Deret
|
|
a
|
Pipet masing masing 2 mL larutan
deret standar 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12 ppm Mn kedalam 6 buah tabung reaksi yang
berbeda
|
|
b
|
Tambahkan 10mL larutkan pereaksi
campuran
|
|
c
|
Kocok dengan
shaker tabung, diamkan selama 20 menit
|
|
d
|
Ukur larutan sampel yang telah
siap pada panjang gelombang 515nm
|
8. Perhitungan:
No
|
x(ppm)
|
y
|
x2
|
xy
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
2
|
4
|
0,104
|
16
|
0,416
|
3
|
8
|
0,192
|
64
|
1,536
|
4
|
12
|
0,287
|
144
|
3,444
|
5
|
16
|
0,426
|
256
|
6,816
|
6
|
20
|
0,486
|
400
|
9,72
|
n=6
|
∑x=60
|
∑y=1,495
|
∑ x2=880
|
∑xy=21,932
|
n∑x2-∑(x)2
6(880)-(60)2
5280-3600
1680
=0,0249
a=∑y-b∑x
6
6
=0,0002
y
= b + a
0,402 = 0,0002 +
0,0249x
0,402-0,0002 = 0,0249x
0,4018 = 0,0249x
0,0249
x
= 16,14 ppm
9.
Pembahasan:
Pembakaran yang bertujuan untuk menghilangkan
semua bahan organic pada sampel daun the Bahan organic yang terbakar akan
menjadi H2O dan CO2
dan juga menjadi partikel hitam.
Hasil pembakaran yang berupa
unsur-unsur logam dalam senyawanya dapat dilarutkan
dalam HCl termasuk Mn, maka dihasilkan ion Mn2+Sedangkan ion-ion logam
pengganggu akan dikomplekskan oleh reagen pengkompleks sianida. Ion Mn2+ selanjutnya diberi warna
oleh pereaksi formaldoxsime menjadi berwarna ungu setelah dikocok dandidiamkan
20 menit.
Tidak stabilnya kenaikan pada grafik
atau tidak sesuainya mungkin disebabkan karena ada kesalahan pada praktikum
kami.
10.
Kesimpulan:
Dari
hasil praktikum kami, sampel teh celup sosro mengandung kadar mangan sebesar
16,14 ppm.
11.
Daftar Pustaka:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar