LAPORAN
ANALISIS
INSTRUMEN
PENETAPAN
KADAR SULFAT DARI SAMPEL SECARA SPEKTROFOTOMETRI
Nama:
Aura Siti Rahmawati
Kelas:
XI Analis 6
Kelompok:
15
Laboratorium
Instrumen
SMK
NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017
1.
Tanggal Praktikum : 24 Oktober 2016
2.
Judul Praktikum : Penentuan Kadar Sulfat dari Sampel
Secara Spektrofotometri
3.
Tujuan Praktikum:Untuk menentukan kadar
sulfat pada sampel secara
spektrofotometri.
4.
Prinsip Praktikum :
Ion
sulfat dapat ditentukan kadarnya dengan cara membentuk endapa BaSO4
dengan adanya penambahan barium klorida dalam suasana asam. Agar endapan Barium
Sulfat tetap dalam bentuk koloid maka suasana harus dibuat banyak elektrolit.
Kadar sulfat dapat diketahui dari kurva hubungan absorbansi terhadap
konsentrasi sulfat standar.
5.
Dasar Teori :
Sulfat
merupakan senyawa yang stabil secara kimia karena merupakan
bentuk oksida paling tinggi dari unsur belerang. Sulfat
dapat dihasilkan dari oksida senyawa sulfida oleh bakteri.
Sulfida tersebut adalah antara lain sulfida metalik dan senyawa
organosulfur. Sebaiknya oleh bakteri golongan heterotrofik anaerob
sulfat dapat direduksi menjadi asam sulfida.
Secara kimia sulfat merupakan bentuk anorganik daripada
sulfida di dalam lingkungan aerob. Sulfat di dalam lingkungan
(air) dapat berada secara ilmiah dan atau dari aktivitas
manusia, misalnya dari limbah industri dan limbah laboratorium.
Secara
ilmiah, Sulfat biasanya berasal dari pelarutan mineral yang
mengandung S, misalnya gips (CaSO4.2H2O) dan Kalsium
sulfat anhidrat (CaSO4). Selain itu dapat juga berasal dari
oksidasi senyawa organik yang mengandung Sulfat adalah
antara lain industri kertas, tekstil, dan industri logam. Metode
yang digunakan untuk menentukan kadar sulfat adalah
metode turbidimetri dengan alat spektrofotometer. Spektrofotometri
adalah suatu metoda analisis kuantitatif dengan
mengukur intensitas cahaya yang diserap oleh larutan yang
dianalisis.
Prinsip
penentuan Sulfat secara spektrofotometri adalah dengan
mereaksikan ion sulfat yang ada di dalam sampel air dengan
larutan BaCl2, sehingga terbentuk suspensi BaSO4. kekeruhan
yang dihasilkan diukur dengan spektrofotometri pada
panjang gelombang 420 nm. Spektrofotometri
merupakan suatu perpanjangan dari penelitian
visual dalam studi yang lebih terinci mengenai penyerapan
energi cahaya oleh spesi kimia, memungkinkan kecermatan
yang lebih besar dalam perincian dan pengukuran kuantitatif.
Pengabsorpsian
sinar ultraviolet atau sinar tampak oleh suatu molekul
umumnya menghasilkan eksitasi electron bonding, akibatnya
panjang gelombang absorpsi maksimum dapat dikorelasikan
dengan jenis ikatan yang ada didalam molekul yang
sedang diselidiki.Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul
berharga untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsional
yang ada dalam suatu molekul.Akan tetapi yang lebih
penting adalah penggunaan spektroskopi serapan ultraviolet
dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa
yang mengandung gugus-gugus pengabsorpsi.
Metode
spektroskopi sinar tampak berdasarkan penyerapan sinar
tampak oleh suatu larutan berwarna.Oleh karena itu metode
ini dikenal juga sebagai metode kalorimetri. Hanya larutan
senyawa yang berwarna ynag dapat ditentukan dengan
metode ini.Senyawa tak berwarna dapat dibuat berwarna
dengan mereaksikannya dengan pereaksi yang menghasilkan
senyawa berwarna.Contohnya ion Fe3+ dengan ion
CNS- menghasilkan larutan berwarna merah. Lazimnya kalorimetri
dilakukan dengan membandingkan larutan standar dengan
cuplikan yang dibuat pada keadaan yang sama. Dengan
kalorimetri elektronik (canggih) jumlah cahaya yang diserap
(A) berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Metode
ini sering digunakan untuk menentukan kadar besi dalam
air minum. Pada metode spektroskopi ultraviolet, cahaya yang
diserap bukan
cahaya tampak tapi cahaya ultraviolet. Dengan cara ini larutan
tak berwarna dapat diukur, contoh aseton dan asetaldehid.
Pada spektroskopi ini energy cahaya terserap digunakan
untuk transisi electron.Karena energy cahaya UV lebih
besar dari energy cahaya tampak maka energy UV dapat menyebabkan
transisi electron s dan p.
Terdapat
dua cara standar adisi pada cara yang
pertama dibuat dahulu sederetan larutan standar,
diukur serapannya, kemudian tentukan konsentrasinya
dengan menggunakan cara kalibrasi. Cara yang
kedua dilakukan dengan menambahjkan sejumlah larutan
contoh yang sama kedalam larutan standar. Instrumen pada
spektrofotometri UV-Vis terdiri dari 6 komponen pokok, yaitu
:
1. Sumber Radiasi
Lampu deuterium (λ=
190nm-380nm, umur pemakaian 500 jam)
Lampu tungsten,
merupakan campuran dari flamen tungsten dan gas
iodine. Pengukurannya pada daerah visible
380-900nm.
\Lampu
merkuri, untuk mengecek atau kalibrasi panjang
gelombang pada spectra UV-VIS pada 365
nm.
2. Monokromator
Alat yang paling umum
dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi
dengan satu panjang gelombang.Monokromator untuk UV-VIS
dan IR serupa, yaitu mempunyai celah, lensa, cermin dan
prisma atau grating.
3. Wadah Sampel (Sel
atau Kuvet)
Wadah sampel umumnya
disebut kuvet. Berikut jenis-jenis kuvet
yang biasa digunakan:
Gelas Umum
digunakan (pada 340-1000 nm) Biasanya memiliki panjang
1 cm (atau 0,1, 0,2 , 0,5 , 2 atau 4 cm)
Kwarsa
Mahal, range
(190-1000nm) (c) Cell otomatis (flow through cells)
Matched cells
Polystyrene range (
340-1000nm) throw away type
Micro cells
4. Detektor
Radiasi yang melewati
sampel akan ditangkap oleh detector yang akan mengubahnya
menjadi besaran terukur. Berikut jenis-jenis
detektor dalam sperktrofotometer UV-VIS.
Barrier layer cell
(photo cell atau photo voltaic cell) Photo
tube, lebih sensitif daripada photo cell, memerlukan
power suplai yang stabil dan amplifier
Photo multipliers,
Sangat sensitif, respons cepat digunakan pada
instrumen double beam penguatan internal
5. Recorder
Radiasi yang ditangkap
detektor kemudian diubah menjadi arus
listrik oleh recorder dan terbaca dalam bentuk transmitansi.
6. Read Out
Null balance,
menggunakan prinsip null balance potentiometer,
tidak nyaman, banyak diganti dengan pembacaan
langsung dan pembacaan digital
Direct readers, %T, A
atau C dibaca langsung dari skala Pembacaan
digital, mengubah sinyal analog ke digital
dan menampilkan peraga angka Light emitting
diode (LED) sebagai A, %T atau C. Dengan
pembacaan meter seperti gambar, akan lebih
mudah dibaca skala transmitannya, kemudian
menentukan absorbansi dengan A = - log
T.
Sumber
radiasi untuk spektroskopi UV-Vis adalah lampu tungsten.
Cahaya yang dipancarkan sumber radiasi adalah cahaya
polikromatik. Cahaya polikromatik UV akan melewati monokromator
yaitu suatu alat yang paling umum dipakai untuk
menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang
(monokromator). Monokromator radiasi UV, sinar tampak
dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah
(slit), lensa, cermin dan perisai atau grating.
Wadah
sampel umumnya disebut sel/kuvet. Kuvet yang terbuat
dari kuarsa baik untuk spektrosokopi UV dan juga untuk
spektroskopi sinar tampak.Kuvet plastik dapat digunakan
untuk spektroskopi sinar tampak. Radiasi
yang melewati sampel akan ditangkap oleh detector yang
berguna untuk mendeteksi cahaya yang melewati sampel
tersebut. Cahaya yang melewati detektor diubah menjadi
arus listrik yang dapat dibaca melalui recorder dalam bentuk
transmitansi absorbansi atau konsentrasi.
6.
Alat dan Bahan :
Alat:
Bahan
:
-Spektrofotometer
UV-VIS -larutan
standar 1000 ppm
-Labu
Takar -BaCl
-Pipet
Volume -Gliserin
-Botol
Semprot -larutan
NaCl 1 N:HCl 1N 1:1
-Corong
Pendek
-Batang
Pengaduk
-Gelas
Kimia
7.
Prosedur kerja dan Pengamatan:
No
|
Prosedur kerja
|
Pengamatan
|
1
|
Ambil 50 ml
sampel(asli atau diencerkan) masukkan di labu takar 100 ml. Sebelum
ditandabataskan tambahkan BaCl2 dan 6 ml gliserin dan 25 ml campuran NaCl :
HCl 1:1. Aduk, lalu encerkan hingga tanda batas.
|
Sampel air :
larutan, tidak berwarna, tidak berbau
BaCl2:
padatan, putih
BaCl2 :0,2 g
Sampel +BaCl2
=putih, larutan keruh
Gliserin:
kental, tidak berwarna
Sampel+BaCl2+gliserin=larutan,
keruh, tidak berwarna
NaCl:HCl :
tidak berwarna
Sampel+
BaCl2+gliserin+NaCl:HCl= larutan, putih, keruh
|
2
|
Diamkan selama
15 menit
|
|
3
|
Sambil
mempersiapkan sampel, buat larutan standar sulfat dari 50 ppm, 100 ppm, 150
ppm, 200 ppm, dan 250 ppm.
|
|
4
|
Cari dulu
panjang gelombang maksimal untuk penentuan sulfat. Jika sudah di dapat
lakukan pengukuran absorbansi sampel dan standar pada panjang gelombang
tersebut.
|
Sampel
mengandung absorbansi 0,080 A
|
5
|
Buat kurva
standar sulfat hubungan absorban ke konsentrasi standar.
|
|
6
|
Masukkan nilai
absorbansi sampel ke dalam kurva standar, sehingga akan di dapat konsentrasi
sulfat sampel
|
|
7
|
Hitung kadar
sulfat dalam sampel dikalikan pengencerannya(jika ada)
|
8.
Persamaan reaksi dan Perhitungan :
a. Persamaan
reaksi:
b. Perhitungan
:
No
|
x(ppm)
|
y
|
x2
|
xy
|
1
|
o
|
0,00
|
0
|
0
|
2
|
5
|
0,036
|
25
|
0,18
|
3
|
10
|
0,063
|
100
|
0,63
|
4
|
15
|
0.081
|
225
|
1,215
|
5
|
20
|
0,098
|
400
|
1,96
|
n=5
|
∑x=50
|
∑y=0,278
|
∑x2=750
|
∑xy=3,985
|
n∑x2-∑(x)2
5(750)-(50)2
3750-2500
1250
= 0,0048
n
5
5
= 0,0076
y = a + bx
0,080 = 0,0076
+ 0,0048x
0,080-0,0076 = 0,0048x
0,0048
x
= 15,08 ppm
9.
Pembahasan :
Pada
pengujian ini dilakukan penentuan kadar sulfat dari sampel air galon dengan
metode spektrofotometri UV-VIS. Metode tersebut berdasarkan kenyataan
bahwa BaSO4 cenderung membentuk endapan koloid yang
dibentuk dengan penambahan BaCl2,bentuk koloid ini
distabilkan oleh lar. NaCl dan HCl yang mengandung
gliserol dan senyawa organik. BaSO4 mempunyai
kelarutan 3ppm pada temperature biasa. Kelarutan ini
bertambah dengan adanya asam- asam mineral karena
terbentuk ion hidrogen sulfat. Pada pH >8 sulfida membentuk
ion sulfida namun pada pH <8 sulfida
cenderung dalam bentuk H2S yang akan melepas
gas yang berbau busuk.
Pada
hasil grafik yang kami hasilkan tidak stabil naik, mungkin dikarenakan ada
kesalahan saat memasukan pereaksi atau kesalahan kami tersendiri.
10.
Kesimpulan :
Dari
praktikum penentuan kadar sulfat, diketahui kadar sulfat pada sampel air galon
mengandung 15,08 ppm.
11.
Daftar Pustaka:
ekaputriayu.blogspot.com/2010/11/penentuan-kadar-sulfat-dalam-air.html?m=1
laporansetya.blogspot.com/2014/10/analisis-kadar-so4-sulfat-dengan.html?m=1
phantom-alchemist.blogspot.com/2013/02/spektrofotometri-sulfat.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar