LAPORAN
ANALISIS
INSTRUMEN
PENENTUAN
KADAR BESI MENGGUNAKAN METODE 1.10 PHENANTROLIN
Nama:
Aura Siti Rahmawati
Kelas:
XI Analis 6
Kelompok:
15
Laboratorium
Instrumen
SMK
NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017
1. Tanggal
Praktikum : 10 Oktober 2016
2.
Judul Praktikum : Penentuan kadar besi menggunakan
metode 1.10 phenantrolin
3.
Tujuan Praktikum :Dapat menetapan kadar besi dari metode
phenantrolin
4.
Prinsip Praktikum :
Ion besi
(III) dalam suasana asam dan panas direduksi oleh larutan hidroksilamin menjadi
besi (II). Ion besi (II) dengan larutan ortho phenantrolin akan membentuk
kompleks yang berwarna merah dalam suasana PH = 6 warna yang terbentuk diukur
absorbansinya pada panjang gelombang 510 nm. Setelah dibandingkan dengan kurva
standar maka kadar besi dalam sampel dapat ditentukan.
5.
Dasar Teori :
Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisis
yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur
larutan berwarna pada panjang gelombang spesifik dengan menggunakan
monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel
sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan metode pengukuran dengan
menggunakan spektrofotometer ini digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.
Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual
dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh
suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombang dan dialirkan oleh suatu perkam
untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda (
Hendayana et al, 1994).
Analisis
spektrofotometri campuran Fe2+ dan Fe3+ secara umum merupakan metode tidak
langsung yang dilakukan secara bertahap. Orthofenantrolin atau o-fenantrolin
sebagai agen pengompleks dapat berikatan dengan Fe2+ dan Fe3+ membentuk kompleks
berwarna berbeda, sehingga diharapkan Fe2+ dan Fe3+ dalam campuran bisa
ditentukan secara langsung sebagai senyawa kompleks dengan metode
spektrofotometri. Senyawa kompleks berwarna merah-orange yang dibentuk antara
besi (II) dan 1,10-phenantrolin (ortophenantrolin) dapat digunakan untuk
penentuan kadar besi dalam air yang digunakan sehari hari. Reagen yang bersifat
basa lemah dapat bereaksi membentuk ion phenanthrolinium, phen H+ dalam medium
asam. Pembentukan kompleks besi phenantrolin dapat ditunjukkan dengan reaksi :
+ 3 phen ⇌ [Fe
Tetapan pembentukan kompleks
adalah 2.5×10-6 pada 25oC. Besi (II) terkomplekskan dengan kuantitatif pada pH
3-9. pH 3,5 biasa direkomendasikan untuk mencegah terjadinya endapan dari garam
garam besi, misalnya fosfat. Kelebihan zat pereduksi, seperti hidroksilamin diperlukan
untuk menjamin ion besi berada pada keadaan tingkat oksidasi 2+ ( Hendayana et
al, 1994).
Besi
adalah elemen kimiawi yang dapat ditemukan hampir disetiap tempat dibumi pada
semua lapisan-lapisan geologis dan badan air. Besi dalam air tanah dapat
berbentuk Fe (II) dan Fe(III) terlarut. Fe (II) terlarut dapat tergabung dengan
zat organic membentuk suatu senyawa kompleks. Pada kadar 1-2 ppm besi dapat
menyebabkan air berwarna kuning, terasa pahit, meninggalkan noda pada pakaian
dan porselin. Keracunan besi menyebabkan permeabilitas dinding pembuluh darah
kapiler meningkat sehingga plasma darah merembes keluar. Akibatnya volume darah
menurun dan hipoksia jaringan menyebabkan asidosis darah. (Peni et al, 2009)
Kandungan
Besi III dapat ditentukan dengan beberapa metode, salah satunya yaitu dengan spektrofotometer
sinar tampak. Salah satu metode yang cukup handal pada spektrofotometer
adalahdengan penambah bakuan atau adisi standar. Metode ini merupakan suatu pengembangan metode spektrofotometer
sinar tampak dengan biaya relative lebih murah. (Watulingas, 2008)
Metode dalam penentuan besi
secra analisa kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer.
Penentuan ini secara umum dapat di urai menjadi tiga yaitu:
A. Metode Tiosianat
Pada
metode ini besi diubah menjadi besi (III) menggunakan Kalium permanganta dan menambahkan
tiosianat sehingga menjadi warna merah. diukur menggunakan panjang gelombang
480 nm
B. Metode 1,10 –
ortopenantrolin,
Besi
(III) direduksi menjadi besi (II) dengan menambah hidroksilamin klorida dan ditambah
ortofenontrolin sehingga terbentuk warna orange, diukur menggunakan panjang gelombang
510 nm
C. Metode tioglikoat
Besi
(III) dengan penambahan asam tioglikolat, amonium sitrat, dan amonium
hidroksida akan memberi kompleks warna ungu – merah, diukur dengan panjang
gelombang 535 nm (Trianjaya Z, 2009)
6.
Alat dan Bahan :
1. Alat:
2. Bahan:
* Spektrofometer
* Standar Fe 100 ppm
* Labu takar 100 mL * Larutan hidroksilamin HCL
10%
* Botol semprot * Larutan ortho phenantrolin
* Batang pengaduk * Larutan buffer PH 6
* Corong pendek
* Gelas kimia 400 mL
7. Prosedur
kerja dan Pengamatan:
No
|
Prosedur Kerja
|
Data Pengamatan
|
1
|
Diambil
50 mL sampel (asli atau
yang
diencerkan), masukan ke labu
takar
100 mL dan jangan dulu ditanda bataskan.
|
Sampel air minum:
tidak berwarna, tidak
berbau
|
2
|
Ditambahkan
larutan hidroksilamin HCL 10% sebanyak 10 mL, kocok.
|
Hidroksilamin HCl 10%:
Tidak berwarna, bau
menyengat
Hidroksilamin HCl
10%+sampel:
Tidak berwarna
|
3
|
Ditambahkan
20 mL buffer asetat, kocok.
|
Buffer asetat:
Tidak berwarna, menyengat
Sampel+Hidroksilamin HCl
10%+buffer asetat:
Tidak berwarna
|
4
|
Ditambahkan
4 mL larutan ortho
penantrolin,
kocok dan tanda bataskan hingga 100 mL. biarkan warna yang terbentuk stabil selama
10-15 menit.
|
Ortho phenantrolin:
Tidak berwarna, berbau
Sampel+Hidroksilamin HCl
10%+buffer asetat+ Ortho phenantrolin:
Agak keorenan
|
5
|
Ukur
absorbansinya pada panjang 510 nm.
|
Setelah dimasukkan ke
spektrofotometer menunjukkan Fe yang terkandung adalah 0,066 A
|
6
|
Buat
larutan standar Fe yang Mengandung 0,5;1,0;1,5;2,0;2,5 ppm dalam labu takar
100 mL, dan lakukan hal yang sama dengan sampel lalu ukur absorbansinya pada panjang
gelombang yang sama.
|
|
7
|
Tentukan
kadar Fe dengan membandingkan terhadap kurva standar.
|
|
8
|
Hitung
kadar Fe dalam sampel dikalikan pengenceran jika ada.
|
8. Persamaan
reaksi dan Perhitungan:
a. Persamaan reaksi:
Fe3+
+ 2NH2OH+OH- 2Fe2++ N2+4H2O
Fe3+ +3C12H8N2 [Fe(C12H8N2)3]2+
kompleks berwarna merah
b. Perhitungan :
No
|
x(ppm)
|
y
|
x2
|
xy
|
1
2
3
4
5
6
|
0
0,1
0,2
0,3
0,4
-
|
0,00
0,017
0,046
0,082
0,122
-
|
0
0,01
0,04
0,09
0,16
-
|
0
0,0017
0,0002
0,0246
0,0488
-
|
n=5
|
∑x=1
|
∑y=0,267
|
∑x2=0,3
|
∑xy=0,0843
|
n
5
5
5
=-0,0084
n∑x2 -∑(x)2
5x0,3-(1)2
1,5-1
0,5
=0,3090
y =
a + bx
0,066 = -0,0084+0,3090x
0,066+0,0084
=0,3090x
0,3090
x =0,2408 ppm
9. Pembahasan :
Sampel yang digunakan
adalah air bak mandi yang dipanaskan hingga mendidih atau bisa juga air minum.
Sampel ditambah hidroksilamin HCl yang
berfungsi untuk mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Lalu
ditambahkan buffer asetat yang bertujuan agar larutan besi ber pH sekitar
3,2-3,3 (suasana asam) karena pembentukkan kompleks kelat besi(ll) 1,10
fenantrolin terjadi pada range pH tersebut. Fungsi lain buffer asetat adalah
untuk mempertahankan pH. Fungsi fenantrolin adalah sebagai agen pengompleks
akan mengkelat besi dengan perbandingan mol fenantrolin dan besi sejumlah 3:1.
Metode spektrometri
sinar tampak berdasarkan penyerapan sinar tampak oleh suatu larutan berwarna.
Hanya larutan berwarna saja yang dapat ditentukan dengan metode ini. Senyawa
tak berwarna dapat dibuat berwarna dengan mereaksikannya dengan pereaksi yang
menghasilkan senyawa berwarna, seperti pada percobaan ini, untuk ion besi dalam
larutan perlu direaksikan dengan pereaksi warna tertentu karena ion besi (III) warnanya
sangat lemah sehingga serapannya kecil, terlebih lagi konsentrasi ion besi
dalam larutan pada percobaan ini sangat kecil.
Langkah-langkah utama
dalam analisis dengan sinar tampak adalah :
1. Pembentukan molekul
yang dapat menyerap yang dapat menyerap sinar tampak.
2. Pemilihan panjang
gelombang maksimum.
3. Pembuatan kurva
kalibrasi.
4. Pengukuran segera
cuplikan.
10.
Kesimpulan:
Dari
hasil praktikum, sampel air bak mandi yang dididihkan mengandung besi sebesar 0,2408 ppm.
11.
Daftar Pustaka:
https://himka1polban.wordpress.com/laporan/spektrofotometri/laporan-penentuan-kadar-besi-spektronic-20/
http://marimenulisbersamasama.blogspot.co.id/2014/06/pemeriksaan-kadar-fe-dalam-air.html
http://tivachemchem.blogspot.co.id/2010/10/penentuan-kadar-besi-fe-dalam-sampel.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar