Jumat, 01 Desember 2017

Laporan Instrumen Penetapan Tembaga Kalorimetri



LAPORAN
ANALISIS INSTRUMEN
PENETAPAN TEMBAGA DALAM GARAMNYA SECARA KOLORIMETRI


Nama: Aura Siti Rahmawati
Kelas: XI Analis 6
Kelompok: 15



Laboratorium Instrumen
SMK NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017

1.      Tanggal Praktikum : 03 Oktober 2016
2.      Judul Praktikum      : Penetapan Tembaga Dalam Garamnya Secara Kolorimetri
3.      Tujuan Praktikum   : Siswa Dapat menentukan kadar Cu secara kolorimetri dengan alat nessler dengan ammonium sebagai pewarna .
4.      Prinsip Praktikum    :
Amonia NH4OH bereaksi dengan ion Cu2+ membentuk sederetan kompleks yang berwarna  biru dengan bilangan koordinasi yang berbeda beda . Dalam penentuan kolorimetri biasanya membentuk kompleks Cu (NH3)42+.
5.      Dasar Teori               :
Kolorimetri adalah metode analisis yang menggunakan dalam kimia untuk menentukan konsentrasi suatu larutan. Satu keuntungan yang semakin kuat solusi warna, semakin tinggi konsentrasi. Satu dapat membawa solusi kolorimetriforsøk terlalu banyak tanpa warna juga, dengan terlebih dahulu menambahkan reagen bahwa noda solusi.
Tembaga atau copper (Cu) umumya berbentuk Kristal dan memiliki warna kemerahan. Keberadaan unsure tembaga dialam dapat ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan atau sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Tembaga (Cu) diperairan alam terdapat dalam bentuk partikel, koloid dan terlarut. Fase terlarut merupakan Cu2+ bebas dan ikatan kompleks, baik dengan ligan organic, terutama (CuOH+, Cu2(OH)2+ ) maupun organik.
Kolorimetri merupakan suatu metode analisis kimia yang berdasarkan pada tercapainya kesamaan besaran warna antara larutan sample dengan larutan standar menggunakan sumber cahaya polikromatis dan detector mata. Metode ini didasarkan pada penerapan cahaya tampak dan energy radiasi lainnya oleh suatu larutan. Metode ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum berwarna, nanum dengan menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa berwarna yang merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Jumlah radiasi yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi zat penyerap dalm larutan. Absorbsi sinar UV atau sinar tampak oleh suatu molekul umumnya menghasilkan eksitasi electron bonding, akibatnya panjang gelombang yang sedang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi serapan molekul berharga untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsional yang ada dalam suatu molekul. Akan tetapi yang lebih penting adalah penggunaan spektroskopi serapan UV dan sinar tampak untuk penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung gugus-gugus pengabsorbsi .




6.      Alat dan Bahan    :
Alat :
- Botol semprot                                           -Tabung nessler 50ml                               
- Corong kaca                                             - Pipet tetes         
- Filler                                                         - Neraca analitik
- Gelas kimia                                               - Spatula
- Oven                                                         - Labu takar
- Rak tabung                                                - Botol timbang
- Buret                                                         - Batang pengaduk
- Statif
            Bahan:
- CuSO4 padat (P.A) dan CuCl2
-H2SO4

7.      Prosedur kerja dan Pengamatan:
No.

Gambar
Pengamatan
1

a



b







c




   d




Membuat larutan baku Cu2+ 1000 ppm
Timbang 0,6280 gram CuSO4 pada neraca analitik menggunakan botol timbang yang bersih dan kering.
Larutkan CuSO4 tersebut dengan aquadest, aduk dengan batang pengaduk sampai semuanya larut. Masukan kedalam labu ukur 250ml dengan menggunakan corong yang diganjal kertas, alirkan larutan melalui batang pengaduk.
Bilas botol timbang 3 kali . Tambahkan 1ml H2SO4 4N
yang berada dalam buret. Impitkan sampai tanda batas dengan aquades lalu homogenkan.
Maka akan dihasilkan larutan CuSO4 berwarna biru muda 1.000 ppm.





2
a





b



c



d
Membuat larutan deret standar Pipet masing-masing 0,0 , 0,5 , 1,0 , 2,0 , 2,5 ml larutan baku Cu2+ 1.000 ppm kedalam tabung nessler 50ml yang bersih dan kering dengan menggunakan pipet ukur
Tambahkan bebrapa tetes ammonia kedalam masing-masing larutan baku tadi dengan menggunakan pipet tetes.
Tambahkan 5ml larutan NH4OH 2N kedalam masing-masing larutan menggunakan buret.
Impitkan sampai tanda batas tabung nessler 50ml dengan menggunakan aquadest , didapatkan larutan derat standar , tentukan konsentrasi masing- masing larutan dengan rumus pengenceran.


3



a










b
















c






















d










e
















f




Membuat larutan sample CuCl2 (padatan kristal hijau tua tidak berbau)
Timbang dengan teliti 0,5000 gram CuCl2  
Larutkan dengan aquadest lalu diaduk
 
Masukan kedalam labu takar 50ml dengan menggunakan corong melalui batang pengaduk , impitkan sampai tanda batas lalu homogenkan.
 
 
Pipet 0,5ml sampel tersebut kedalam tabung nessler yang kering dan bersih

Tambahkan 5ml NH4OH 2N , impitkan sampai tanda batas dengan aquadest

Bandingkan warna larutan sampel dengan standar
 




CuCl2          = padatan, kristal, hijau
Berat CuCl2=0,5006 gram



















Aquades    = tidak berwarna
CuCl2  + aquades= biru muda











Aquades     = tidak berwarna



















Sampel    = biru muda agak tua
















NH4OH    = tidak berwarna, menyengat baunya








Setelah ditandabataskan warnanya agak kebiruan
Berada diantara 20 ppm dan 30 ppm (25 ppm) saat disamakan dengan larutan deret.

8.      Persamaan reaksi dan Perhitungan:
a.       Persamaan reaksi:
Cu2+ (aq) + NH4OH         Cu (NH3)42+ (aq)
b.      Perhitungan        :
Ppm = 25 x 100
        = 2500 ppm

2500 =    mg
              0,05
125   = mg

125 mg = 0,125 gram

% Cu    = 0,125 x 100%
               0,5006
             = 24,97%
9.      Pembahasan :
Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata. Tembaga atau copper (Cu) umumya berbentuk Kristal dan memiliki warna kemerahan. Keberadaan unsure tembaga dialam dapat ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan atau sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Kolorimetri merupakan suatu metode analisis kimia yang berdasarkan pada tercapainya kesamaan besaran warna antara larutan sample dengan larutan standar menggunakan sumber cahaya polikromatis dan detector mata. Metode ini didasarkan pada penerapan cahaya tampak dan energy radiasi lainnya oleh suatu larutan.
10.  Kesimpulan :
Dari hasil praktikum, sampel CuCl2 mengandung kadar persen sebesar 24,97%

11.  Daftar Pustaka:
https://sendyoktora.wordpress.com/2014/12/31/penetapan-tembaga-dalam-garamnya-secara-kolorimetri/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar