LAPORAN
ANALISIS
INSTRUMEN
PENETAPAN
TEMBAGA DALAM GARAMNYA SECARA KOLORIMETRI
Nama:
Aura Siti Rahmawati
Kelas:
XI Analis 6
Kelompok:
15
Laboratorium
Instrumen
SMK
NEGERI 7 BANDUNG
2016-2017
1. Tanggal
Praktikum : 03 Oktober 2016
2. Judul
Praktikum : Penetapan Tembaga Dalam
Garamnya Secara Kolorimetri
3.
Tujuan Praktikum : Siswa Dapat menentukan kadar Cu secara
kolorimetri dengan alat nessler dengan ammonium sebagai pewarna .
4.
Prinsip Praktikum :
Amonia
NH4OH bereaksi dengan ion Cu2+ membentuk sederetan kompleks yang berwarna biru dengan bilangan koordinasi yang berbeda
beda . Dalam penentuan kolorimetri biasanya membentuk kompleks Cu (NH3)42+.
5. Dasar
Teori :
Kolorimetri
adalah metode analisis yang menggunakan dalam
kimia untuk menentukan konsentrasi suatu larutan. Satu
keuntungan yang semakin kuat solusi warna, semakin tinggi
konsentrasi. Satu dapat membawa solusi kolorimetriforsøk
terlalu banyak tanpa warna juga, dengan terlebih
dahulu menambahkan reagen bahwa noda solusi.
Tembaga
atau copper (Cu) umumya berbentuk Kristal dan memiliki
warna kemerahan. Keberadaan unsure tembaga dialam
dapat ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi
lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan atau
sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Tembaga
(Cu) diperairan alam terdapat dalam bentuk partikel,
koloid dan terlarut. Fase terlarut merupakan Cu2+ bebas
dan ikatan kompleks, baik dengan ligan organic, terutama
(CuOH+, Cu2(OH)2+ ) maupun organik.
Kolorimetri
merupakan suatu metode analisis kimia yang berdasarkan
pada tercapainya kesamaan besaran warna antara
larutan sample dengan larutan standar menggunakan
sumber cahaya polikromatis dan detector mata. Metode ini
didasarkan pada penerapan cahaya tampak
dan energy radiasi lainnya oleh suatu larutan. Metode
ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna
ataupun komponen yang belum berwarna, nanum dengan
menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan
senyawa berwarna yang merupakan fungsi dari
kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan
warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati
sinar pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan
dasar perhitungan.
Jumlah
radiasi yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi
zat penyerap dalm larutan. Absorbsi sinar UV atau sinar tampak oleh suatu
molekul umumnya menghasilkan eksitasi
electron bonding, akibatnya panjang gelombang
yang sedang diselidiki. Oleh karena itu spektroskopi
serapan molekul berharga untuk mengidentifikasi
gugus-gugus fungsional yang ada dalam suatu
molekul. Akan tetapi yang lebih penting adalah penggunaan
spektroskopi serapan UV dan sinar tampak untuk
penentuan kuantitatif senyawa-senyawa yang mengandung
gugus-gugus pengabsorbsi .
6. Alat
dan Bahan :
Alat :
- Botol semprot -Tabung
nessler 50ml
- Corong kaca -
Pipet tetes
- Filler
- Neraca analitik
- Gelas kimia
- Spatula
- Oven
- Labu takar
- Rak tabung
- Botol timbang
- Buret - Batang pengaduk
- Statif
Bahan:
- CuSO4 padat (P.A) dan CuCl2
-H2SO4
7. Prosedur
kerja dan Pengamatan:
No.
|
Gambar
|
Pengamatan
|
1
a
b
c
d
|
Membuat
larutan baku Cu2+ 1000 ppm
Timbang 0,6280 gram CuSO4 pada neraca
analitik menggunakan botol timbang yang bersih dan kering.
Larutkan CuSO4 tersebut dengan
aquadest, aduk dengan batang pengaduk sampai semuanya larut. Masukan kedalam
labu ukur 250ml dengan menggunakan corong yang diganjal kertas, alirkan
larutan melalui batang pengaduk.
Bilas botol timbang 3 kali . Tambahkan
1ml H2SO4 4N
yang berada dalam buret. Impitkan
sampai tanda batas dengan aquades lalu homogenkan.
Maka akan dihasilkan larutan CuSO4
berwarna biru muda 1.000 ppm.
|
|
2
a
b
c
d
|
Membuat larutan deret standar Pipet
masing-masing 0,0 , 0,5 , 1,0 , 2,0 , 2,5 ml larutan baku
Cu2+ 1.000 ppm kedalam tabung nessler 50ml yang bersih
dan kering dengan menggunakan pipet ukur
Tambahkan bebrapa tetes ammonia
kedalam masing-masing larutan baku tadi dengan menggunakan
pipet tetes.
Tambahkan 5ml larutan NH4OH 2N kedalam
masing-masing larutan menggunakan buret.
Impitkan sampai tanda batas tabung
nessler 50ml dengan menggunakan aquadest ,
didapatkan larutan derat standar , tentukan
konsentrasi masing- masing larutan dengan
rumus pengenceran.
|
|
3
a
b
c
d
e
f
|
Membuat larutan sample CuCl2 (padatan
kristal hijau tua tidak berbau)
Timbang dengan teliti 0,5000 gram CuCl2
Larutkan dengan aquadest lalu diaduk
Masukan kedalam labu takar 50ml dengan
menggunakan corong melalui batang pengaduk ,
impitkan sampai tanda batas lalu homogenkan.
Pipet 0,5ml sampel tersebut kedalam tabung
nessler yang kering dan bersih
Tambahkan 5ml NH4OH 2N , impitkan
sampai tanda batas dengan aquadest
Bandingkan warna larutan sampel dengan
standar
|
CuCl2 = padatan, kristal, hijau
Berat
CuCl2=0,5006 gram
Aquades = tidak berwarna
CuCl2
+ aquades= biru muda
Aquades = tidak berwarna
Sampel = biru muda agak tua
NH4OH = tidak berwarna, menyengat baunya
Setelah
ditandabataskan warnanya agak kebiruan
Berada
diantara 20 ppm dan 30 ppm (25 ppm) saat disamakan dengan larutan deret.
|
8. Persamaan
reaksi dan Perhitungan:
a. Persamaan
reaksi:
b. Perhitungan :
Ppm
= 25 x 100
= 2500 ppm
0,05
125 = mg
125
mg = 0,125 gram
0,5006
= 24,97%
9. Pembahasan
:
Kolorimetri
adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan
pada tercapainya kesamaan warna antara larutan
sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber
cahaya polikromatis dengan detektor mata. Tembaga
atau copper (Cu) umumya berbentuk Kristal dan memiliki
warna kemerahan. Keberadaan unsure tembaga dialam
dapat ditemukan dalam bentuk logam bebas, akan tetapi
lebih banyak ditemukan dalam bentuk persenyawaan atau
sebagai senyawa padat dalam bentuk mineral. Kolorimetri
merupakan suatu metode analisis kimia yang berdasarkan
pada tercapainya kesamaan besaran warna antara
larutan sample dengan larutan standar menggunakan
sumber cahaya polikromatis dan detector mata. Metode ini
didasarkan pada penerapan cahaya tampak
dan energy radiasi lainnya oleh suatu larutan.
10.
Kesimpulan :
Dari hasil praktikum, sampel CuCl2
mengandung kadar persen sebesar 24,97%
11.
Daftar Pustaka:
https://sendyoktora.wordpress.com/2014/12/31/penetapan-tembaga-dalam-garamnya-secara-kolorimetri/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar